Jadi Pelopor, SPPG Sucen Purworejo Gunakan IPAL Modern untuk Olah Limbah Dapur

  • 07 Mei 2026 10:43 WIB
  •  Semarang

RRI CO.ID, Purworejo - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sucen Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, menjadi lokasi pertama di wilayahnya yang menerapkan teknologi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Bio Deft MBG berkapasitas 3.000 liter. Mesin tersebut mulai dioperasikan sejak Minggu, 3 Mei 2026, untuk memastikan limbah dapur tidak mencemari lingkungan.

Kepala SPPG Sucen Jurutengah, Muhammad Hanif Hidayat, mengatakan penggunaan IPAL ini merupakan peningkatan signifikan dari sistem sebelumnya. “Dulu kami hanya menggunakan bak kontrol sederhana dan dirasa kurang optimal. Dengan mesin IPAL, limbah bisa diolah lebih baik, aman, dan sesuai standar baku mutu lingkungan,” ujar Hanif saat ditemui, Rabu, 6 Mei 2026.

Hanif menambahkan, pemilihan IPAL Bio Deft MBG produksi CV Mahakarya Dua Putra Banjarnegara itu mempertimbangkan efisiensi biaya dan jaminan layanan purna jual.

Sementara itu, Teknisi CV Mahakarya Dua Putra, Aris Munandar, memaparkan alur kerja IPAL MBG. Proses diawali pemisahan minyak dan air melalui grease trap, dilanjutkan ke bak ekualisasi yang berisi bakteri pengurai, lalu ke bak pengolahan akhir.

“Bakteri akan menguraikan sisa limbah hingga air yang keluar jauh lebih bersih. Aman dibuang ke lingkungan,” jelas Aris.

Ia menyebut keunggulan IPAL ini terletak pada sistem otomatis, termasuk pemberian bakteri pengurai, sehingga lebih praktis dibanding sistem manual. Medianya juga sudah memenuhi standar Kementerian Lingkungan Hidup.

Agar kinerja optimal, Aris menyarankan perawatan rutin berupa pembersihan minyak dan sisa makanan tiap tiga hari sekali, serta pengurasan endapan minimal sebulan sekali. "Harga mesin berkisar Rp45 juta hingga Rp50 juta, tergantung lokasi pemasangan," ucapnya.

SPPG Sucen Jurutengah telah beroperasi sejak 20 Oktober 2025. Saat ini pihaknya melayani 3.100 porsi makanan per hari, dengan rincian, 2.788 porsi untuk siswa dan guru, serta 325 porsi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Meski demikian, layanan bagi anak jalanan belum dapat dilaksanakan. “Kami sudah berkoordinasi dengan kelurahan, tetapi penyediaan shelter memang belum memungkinkan,” kata Hanif.

SPPG Sucen juga berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi lokal dengan mempekerjakan 47 orang. Minimal 30 persen di antaranya merupakan warga sekitar.

Langkah SPPG Sucen Jurutengah tersebut mendapat apresiasi dari Ketua LSM Tamperak Jawa Tengah, Sumakmun. Ia menegaskan fasilitas IPAL di lokasi tersebut telah memenuhi ketentuan pemerintah.

“Terkait pemberitaan sebelumnya, perlu kami luruskan bahwa IPAL di SPPG Sucen ini sudah terpasang sejak hari Minggu. Secara teknis juga sudah sesuai persyaratan,” ujar Sumakmun.

Sumakmun menilai SPPG Sucen dapat menjadi percontohan bagi SPPG lain di Kabupaten Purworejo. “Fasilitasnya lengkap dan pengelolaan limbahnya bertanggung jawab, harapannya, SPPG lain bisa mengikuti agar lingkungan tetap terjaga,” ujarnya.(Ags)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....