Mitigasi Bencana, Generasi Muda Perlu Pahami Konsep Tata Ruang Wilayah
- 06 Mei 2026 10:04 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Penataan ruang khususnya secara wilayah, tentunya perlu dipahami oleh masyarakat khususnya generasi muda. Apalagi dengan kerap terjadinya bencana di berbagai daerah, diharapkan generasi muda lebih memahami dan mengerti kondisi tata ruang dan faktor penyebab bencana.
Mahasiswi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Semarang(PWK USM), Aurora Pradipta mencontohkan potensi terjadinya bencana di Kota Semarang. Kurangnya ruang terbuka hijau dan bantaran sungai yang digunakan untuk permukiman, bisa menjadi salah satu faktor yang memperburuk kerawanan bencana.
“Bantaran sungai itu harus dikosongin, karena itu kan tempat yang rawan longsor atau banjir. Itu yang paling bikin parah terkait bencana, di samping kurangnya ruang terbuka hijau sehingga kalau hujan tidak ada area untuk resapan,” katanya dalam program siaran SPADA PRO 2 RRI Semarang, Rabu, 29 April 2026.
Terjadinya banjir tidak bisa dianggap karena faktor cuaca semata, termasuk dari sudut pandang PWK yang disebabkan faktor lainnya. Aprilia Kusuma yang juga mahasiswi PWK USM menyebut, salah satu faktornya adalah keberadaan drainase terutama yang tersumbat dengan sampah yang menumpuk.
“Sampah yang menumpuk di pinggir-pinggir drainase jalan, itu juga bisa menyebabkan menggenangnya air dan banjir. Selain itu, penyempitan sungai, terlalu banyak permukaan beton, jadi airnya susah untuk terserap,” ucap Aprilia.
Ia berharap, perencanaan wilayah ke depannya bisa lebih memperhatikan kawasan rawan bencana dan menegakkan regulasi. Dengan demikian, kondisi kota tetap aman, dan dapat terhindar dari potensi-potensi bencana yang bisa muncul akibat salah penataan ruang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....