Perencanaan Wilayah Bantu Petakan Pencegahan Risiko Bencana

  • 06 Mei 2026 08:04 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Pencegahan resiko bencana menjadi salah satu instrumen yang penting, dalam pembangunan sebuah wilayah. Adanya peta menjadi salah satu cara untuk memetakan kondisi sebuah lingkungan, sehingga perencanaan wilayah dapat dilakukan dengan baik.

Mahasiswi Perencanaan Wilayah dan Kota(PWK) Universitas Semarang(USM), Aurora Pradipta mengatakan, perencanaan wilayah memiliki kaitan dengan bencana. Hal tersebut untuk memastikan pembangunan tidak dilakukan di daerah rawan, dan sebuah wilayah siap ketika terjadi sebuah bencana.

“Penting banget karena PWK konsepnya yang megang petanya, yang nge-plan juga terkait pembangunan di situ gimana. Mitigasi bencana ini memang melekat banget sama PWK, karena PWK juga bikin peta-peta dalam bentuk peta rawan bencana dari banjir, longsor, dan sebagainya,” ujarnya dalam program siaran SPADA PRO 2 RRI Semarang, Rabu, 29 April 2026.

Mahasiswi PWK USM lainnya, Aprilia Kusuma menjelaskan, keberadaan peta yang dibuat, nantinya dapat menjadi acuan terhadap pengambilan keputusan atau kebijakan di dunia nyata. Dengan demikian, regulasi atau prioritas pembangunan infrastruktur, bisa dilakukan berdasarkan peta-peta yang dihasilkan yang berpengaruh pada kondisi lingkungan.

“Jadi kalau dari peta itu kita nggak cuma digambar aja, tapi bener-bener kita lihat di lapangannya gimana. Yang kelihatan di peta itu bisa diterapkan di dunia nyata, jadi mengimplementasikan peta tersebut,” ujarnya.

Terhadap pencegahan resiko bencana, peta berperan sebagai perencanaan untuk mengetahui daerah rawan dan jalur evakuasi. Peta menjadi sebuah panduan utama, sehingga bisa memetakan bagaimana pembangunan kota bisa dilaksanakan dengan meminimalisir resiko.

“Itu kan kita konsepnya mau ngebangun suatu kota, dalam konteksnya memang berkelanjutan. Jadi kita memang perlu tahu bagian-bagian yang rawan, serta yang seharusnya tidak dibangun,” ujar Aurora.

Beberapa contoh di antaranya adalah peta rawan bencana atau rawan banjir, yang digunakan untuk menentukan area yang dapat dibangun. Selain itu, peta evakuasi yang membuat masyarakat memahami mitigasi ketika kondisi bencana, sehingga dapat mengevakuasi diri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....