Cegah Potensi Konflik, Kolaborasi Jadi Kunci Jaga Toleransi Kota Semarang
- 05 Mei 2026 09:37 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Walaupun menjadi salah satu kota yang cukup toleran, Kota Semarang masih tetap harus menjaga diri dari potensi konflik yang mengancam toleransi. Peran dari berbagai pihak mulai dari pemerintah, organisasi, hingga masyarakat terutama generasi muda cukup penting menjaga kelangsungan toleransi di masyarakat saat ini.
Menteri Keagamaan BEM KM Universitas Negeri Semarang(Unnes) 2026, Abdullah Yusuf Azzam mengatakan, potensi konflik dan tantangan tetap akan ada. Semarang dengan keberagamannya yang sudah cukup membudaya, dianggap menjadi sumber pelajaran dalam bermasyarakat.
“Dalam Islam sendiri ada prinsip ‘lakum dinukum waliyadin’, bagimu agamamu dan bagiku agamaku yang menegakkan batas sekaligus penghormatan. Jadi kita nggak perlu khawatir bagaimana toleransi atau keberagaman di Kota Semarang ini, sebagai mahasiswa juga berusaha untuk terus menciptakan tingkat toleransi lebih,” ujarnya dalam program siaran SPADA PRO 2 Semarang, Selasa, 28 April 2026.
Untuk menjaga konsistensi toleransi di Semarang, menurut Yusuf, harus ada kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat. Selain itu, juga dapat melibatkan lembaga-lembaga seperti kampus dan komunitas, hingga tokoh agama untuk menjaga nilai toleransi di masyarakat.
“Seperti program dialog lintas iman, edukasi moderasi beragama itu harus tetap hidup. Bukan hanya sekadar seremonial atau acara yang memang tidak ada kaitannya dengan agama, dan dengan era sekarang yang didominasi generasi muda bisa menjadi penentu arah ke depan,” kata Yusuf.
Menyoroti peran generasi muda, Yusuf mengatakan, anak muda perlu menjunjung tinggi sikap terbuka dan inklusif. Menurutnya, jika anak muda bisa bersikap kritis terhadap isu toleransi, maka masa depan Kota Semarang bisa menjadi cukup baik dan tetap menjaga nilai toleransi.
“Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan, kalau generasi mudanya sudah kritis dan terbuka terhadap isu toleransi. Maka masa depan kota ini juga akan seperti itu, tapi kalau abai ya sudahlah bisa mundur,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....