Pembatasan Kunjungan di Borobudur Jadi Tantangan, Pelaku Wisata Beralih Strategi

  • 04 Mei 2026 14:01 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Pembatasan kunjungan di kawasan Candi Borobudur membawa dampak signifikan bagi pelaku wisata di sekitarnya. Jika sebelumnya para pelaku wisata mengandalkan limpahan wisatawan dari destinasi utama tersebut, kini mereka dituntut beralih strategi dan lebih mandiri dalam menarik kunjungan.

Ketua Forum Daya Tarik Wisata (DTW) Kabupaten Magelang, Edward Alfian, mengatakan perubahan kebijakan tersebut menjadi tantangan baru bagi pengelola wisata lokal. “Dulu pelaku wisata di kawasan Borobudur mendapatkan limpahan tamu, tetapi sekarang tidak bisa lagi mengandalkan itu,” ujarnya dalam Dialog Semarang Menyapa Pro 1 RRI Semarang, Senin, 4 Mei 2026.

Menurutnya, kondisi ini mendorong pelaku wisata untuk berinovasi dan menciptakan daya tarik sendiri agar tetap mampu mendatangkan wisatawan. “Kami berharap teman-teman pelaku wisata bisa bersinergi dan berkolaborasi sehingga masing-masing destinasi punya magnet untuk menarik wisatawan,” ujarnya.

Salah satu strategi yang dilakukan adalah memperkuat koneksi dengan travel agent untuk mendatangkan wisatawan secara langsung. Melalui kerja sama ini, pelaku wisata dapat menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk rombongan sekolah dan korporasi.

“Travel agent menjadi kunci karena mereka yang membawa tamu. Selain itu, mereka juga memberikan masukan terkait kebutuhan dan tren wisata saat ini,” ungkap Alfian.

Selain itu, pelaku wisata juga didorong untuk terus menggali potensi lokal, baik dari sisi alam, budaya, maupun kuliner. Pengembangan desa wisata menjadi salah satu upaya untuk menciptakan destinasi yang berkelanjutan dan tidak bergantung pada bantuan pemerintah.

Ia menegaskan desa wisata juga harus memiliki daya tarik yang jelas agar mampu bertahan dalam jangka panjang. “Kalau hanya mengandalkan program atau bantuan, desa wisata akan timbul tenggelam,” ucapnya.

Di sisi lain, penguatan kualitas sumber daya manusia juga terus dilakukan melalui pelatihan, bimbingan teknis, hingga sertifikasi bagi pelaku wisata. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan standar layanan serta daya saing destinasi di tengah perubahan tren pariwisata.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....