Lewat Keripik Pisang, Dosen UDB Kenalkan Ketahanan Pangan ke Siswa SD
- 30 Apr 2026 11:15 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Sukoharjo – Siswa sekolah dasar diajak memahami konsep ketahanan pangan melalui kegiatan praktik sederhana mengolah pisang menjadi keripik. Pendekatan ini dilakukan secara edukatif dan menyenangkan oleh Program Studi Teknologi Rekayasa Pangan, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Duta Bangsa(UDB) Surakarta.
Kegiatan edukasi tersebut digelar di SDN 1 Bakalan Polokarto, Rabu, 29 April 2026. Peserta yang terlibat mulai dari siswa kelas 1 hingga kelas 6 yang tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Dosen Teknologi Rekayasa Pangan UDB, Laela Nur Rokhmah, menjelaskan kegiatan ini bertujuan mengenalkan pentingnya pangan, proses pengolahan, hingga konsep pengawetan melalui praktik langsung. Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak membuat keripik pisang dari bahan baku pisang kepok.
Para siswa dikenalkan tahapan sederhana mulai dari pemilihan bahan, teknik pengirisan, hingga proses penggorengan. Mereka juga diberi kesempatan mengiris pisang secara langsung.
Dari praktik tersebut, mereka belajar bahwa ketebalan irisan memengaruhi tekstur, warna, tingkat kerenyahan, serta lama waktu penggorengan.”Melalui kegiatan sederhana seperti membuat keripik pisang, anak-anak sebenarnya sedang belajar sains pangan,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis, 30 April 2026.
“Mereka memahami bahwa setiap proses pengolahan bahan makanan akan memengaruhi hasil akhir, baik dari segi tekstur, rasa, warna, maupun daya simpannya. Inilah bentuk pengenalan teknologi pangan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Selain praktik pengolahan, siswa juga diajak melakukan uji sensori sederhana. Mereka diminta membedakan rasa keripik pisang asin dan manis, serta menyampaikan preferensi masing-masing.
Dari kegiatan ini, siswa mulai memahami bahwa perbedaan rasa dipengaruhi oleh bahan tambahan seperti garam dan gula. Suasana belajar berlangsung aktif, dengan siswa berani mencoba, bertanya, dan menyampaikan hasil pengamatan.
Laela menambahkan, pengenalan ketahanan pangan perlu dimulai dari hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk pemanfaatan bahan pangan lokal. “Pisang adalah bahan yang sangat mudah ditemukan di lingkungan masyarakat, dan dari bahan sederhana ini anak-anak bisa belajar banyak hal tentang pangan, teknologi, dan kreativitas,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat memahami pentingnya pengolahan pangan. Hal ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan ketahanan pangan sejak dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....