Pemerintah Harus Berbenah ditengah Kebutuhan Masyarakat Terhadap Minyakita

  • 29 Apr 2026 08:23 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Kelangkaan dan fluktuasi harga Minyakita di pasaran dinilai sebagai dampak dari rantai distribusi yang terlalu panjang dan kompleks. Pengamat ekonomi dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), Dr. Nanik Sri Utaminingsih, menyatakan bahwa panjangnya alur dari produsen hingga ke pengecer menjadi celah bagi pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan tidak wajar.

Masalah ini diperparah dengan adanya praktik spekulasi oleh oknum distributor yang menahan pasokan demi memicu kenaikan harga. "Minyakita ini sebenarnya program subsidi pemerintah, namun realita di lapangan seringkali harganya justru melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan," ujar Nanik dalam wawancara bersama Pro 1 RRI Semarang .(29/04/2026)

Intervensi pemerintah melalui pengawasan ketat dari hulu ke hilir menjadi kunci utama untuk memutus rantai distribusi yang tidak sehat. Nanik menegaskan bahwa Satgas Pangan harus lebih proaktif dalam memantau gudang-gudang penyimpanan agar tidak terjadi penimbunan barang secara ilegal.

Selain masalah distribusi, ketergantungan masyarakat terhadap satu merk minyak goreng subsidi tertentu juga mempengaruhi psikologi pasar. Tingginya permintaan yang tidak sebanding dengan stok yang tersedia di pasar tradisional seringkali memicu kepanikan di tingkat konsumen.

Nanik juga menyoroti pentingnya transparansi data stok minyak goreng secara real-time yang dapat diakses oleh pihak berwenang. "Digitalisasi sistem distribusi harus segera diterapkan agar setiap tetes Minyakita dapat terlacak pergerakannya hingga ke tangan rakyat kecil," tegasnya.

Dukungan dari pemerintah daerah juga sangat diperlukan untuk rutin menggelar operasi pasar di titik-titik rawan kelangkaan. Upaya ini diharapkan dapat memberikan tekanan psikologis bagi para spekulan agar tidak semena-mena dalam menentukan harga jual.

Sebagai penutup, sinergi antara regulasi yang tegas dan pengawasan lapangan menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga kedaulatan pangan. Pemerintah diharapkan konsisten dalam menjaga ketersediaan Minyakita agar masyarakat kelas menengah ke bawah tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dengan harga terjangkau.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....