Keistimewaan Empat Bulan Mulia dalam Islam
- 29 Apr 2026 05:22 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang- Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan mulia yang letaknya terpisah atau disebut "mencelat" dari urutan bulan lainnya. Hal tersebut disampaikan Ustaz Ichul dalam Mutiara Pagi bersama Pro 1 RRI Semarang.
" Rajab berada di urutan ketujuh, sementara tiga bulan mulia lainnya yakni Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram jatuh secara berurutan,"Ujarnya. (29/04/2026)
Peristiwa luar biasa yang melekat pada bulan Rajab adalah perjalanan spiritual Rasulullah dalam Isra Mikraj. "Inilah waktu Rasulullah bisa bertemu langsung dengan Allah dan berkomunikasi untuk menerima oleh-oleh berupa salat lima waktu," ujar Ustaz Ichul.
Salat lima waktu kini menjadi ibadah paling utama yang wajib dijaga oleh setiap umat Muslim. Kelak di hari akhir, amalan salat inilah yang akan menjadi hal pertama yang ditimbang dan dihisab oleh Allah SWT.
Selain Rajab, masyarakat Indonesia juga mengenal istilah lokal untuk menyebut bulan-bulan mulia lainnya. Dzulqa'dah sering disebut bulan Apit, Dzulhijjah dikenal sebagai bulan Besar, Muharram disebut bulan Suro, sedangkan Rajab tetap disebut Rejeb dalam tradisi Jawa.
Penting bagi setiap Muslim untuk menjaga perilaku karena dosa yang dilakukan pada bulan-bulan mulia ini akan terasa lebih berat. Ustaz Ichul mengingatkan agar kita menahan diri dari maksiat maupun gibah, terutama saat memasuki bulan yang penuh kehormatan ini.
Bulan-bulan ini sejatinya harus dijadikan titik balik dan momentum untuk meningkatkan kualitas iman serta amal ibadah. "Kita harus meningkatkan cara berperilaku Islami, seperti menambah sedekah dan memperbanyak zikir," tambah Ustaz Ichul dalam penjelasannya.
Secara historis, bulan Dzulqa'dah sudah dianggap sangat sakral bahkan sejak zaman sebelum Rasulullah karena mampu menghentikan segala pertikaian. Segala konflik antar kabilah yang biasanya diselesaikan dengan pedang akan langsung berhenti demi menghormati kesucian bulan tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....