Produksi Melimpah, Jateng Fokus Wujudkan Kemandirian Pangan Berbasis Ikan
- 23 Apr 2026 14:42 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah menargetkan ikan menjadi sumber protein utama masyarakat sekaligus penopang ketahanan pangan daerah. Upaya ini dilakukan dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan berbasis ikan.
Kepala Bidang Usaha dan Pengembangan Komoditas DKP Jawa Tengah, Aris Setyono, mengatakan sektor perikanan di Jawa Tengah saat ini berada dalam tren positif. “Sektor perikanan Jawa Tengah berada di jalur yang sangat positif, didukung perikanan tangkap dan budidaya yang terus berkembang,” ujarnya dalam Dialog Semarang Menyapa Pro 1 RRI Semarang, Rabu, 22 April 2026.
Dari sisi produksi, Jawa Tengah mencatat angka yang cukup besar. Total produksi perikanan mencapai sekitar 973 ribu ton, dengan kontribusi budidaya bahkan melampaui perikanan tangkap.
“Perikanan tangkap sekitar 436 ribu ton, sementara budidaya mencapai 537 ribu ton. Ini menjadi fondasi kuat untuk pengembangan ke depan,” ujar Aris.
Menurutnya, potensi besar tersebut harus diimbangi dengan peningkatan konsumsi masyarakat. Saat ini konsumsi ikan masyarakat masih berada di angka 16,32 kilogram per kapita per tahun.
“Kalau angka konsumsi ikan secara keseluruhan mencapai 40,14 kilogram per kapita per tahun. Kalau Konsumsi riil rumah tangga masih 16,32 kilogram,” ungkapnya.
Aris menegaskan, peningkatan konsumsi ikan didorong kesadaran masyarakat yang terus tumbuh. “Ikan bukan lagi sekadar lauk, tetapi mulai menjadi kebutuhan pokok karena kandungan gizinya, terutama omega-3,” katanya.
Untuk mendukung hal tersebut, DKP Jawa Tengah mendorong penguatan hilirisasi dan inovasi produk olahan ikan agar lebih mudah diterima masyarakat, terutama generasi muda. Penguatan pasar dan distribusi juga terus dilakukan melalui berbagai program untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk perikanan.
Selain aspek konsumsi, perhatian juga diarahkan pada kesejahteraan nelayan dan pembudidaya. Aris mengakui masih ada tantangan, terutama terkait fluktuasi produksi dan pola melaut.
“Pada periode tertentu seperti bulan puasa dan lebaran, nelayan tidak melaut sehingga pasokan ikan menurun. Oleh karena itu diperlukan strategi stok dan pengelolaan pasar agar tetap stabil,” ucapnya.
Lebih lanjut, Aris menegaskan, visi besar yang ingin dicapai adalah menjadikan Jawa Tengah sebagai pusat kemandirian pangan berbasis ikan. “Target kami, tidak ada lagi warga Jawa Tengah yang kekurangan gizi, sementara nelayan dan pembudidaya semakin sejahtera karena pasar yang jelas,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....