Tumbuhkan Ekonomi Lokal, Pemkab Pekalongan Dorong MBG Libatkan Petani dan UMKM

  • 14 Apr 2026 09:32 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Manfaat Program MBG
  • Program MBG Harus Berdampak Pada Pertumbuhan Ekonomi Lokal

RRI.CO.ID, Pekalongan – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendorong pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mampu menumbuhkan ekonomi lokal dengan melibatkan petani, pedagang, dan pelaku UMKM. Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, Selasa, 14 April 2026.

Ia menegaskan, program MBG harus memberikan manfaat ganda bagi masyarakat. Selain meningkatkan asupan gizi, program ini juga diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal.

Ia menjelaskan, keterlibatan petani, pedagang, hingga pelaku UMKM menjadi kunci agar program tersebut memiliki efek berantai terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kebutuhan bahan pangan dalam program MBG sebaiknya dipasok dari pelaku usaha lokal, tidak bergantung pada distributor besar.

“Program MBG harus punya kontribusi dalam menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar. Misalnya, dengan melibatkan petani atau pedagang lokal untuk memasok kebutuhan bahan pangan,” ujarnya.

Meski demikian, Sukirman menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan dalam aspek teknis pelaksanaan program, seperti perizinan maupun operasional. “Kami memastikan program ini tetap berjalan sesuai aturan melalui fungsi pengawasan yang kami miliki,” katanya.

Selain itu, pelibatan mahasiswa dinilai penting untuk memberikan perspektif kritis dan independen terhadap implementasi program di lapangan. Dengan adanya keterlibatan tersebut, evaluasi yang dihasilkan diharapkan lebih objektif dan komprehensif.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa(BEM) Universitas Gadjah Mada, Tyo, turut menekankan pentingnya keberanian dalam menyampaikan aspirasi di tengah dinamika yang dihadapi bangsa. Ia menilai, baik pihak di dalam maupun di luar pemerintahan memiliki pemahaman yang sama terhadap kondisi saat ini.

“Kita semua menyadari bahwa kondisi bangsa ini tidak sedang baik-baik saja. Baik yang berada di dalam sistem maupun di luar, sebenarnya memahami situasi ini,” ungkapnya.

Ia juga mendorong agar ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat terus dibuka, sehingga berbagai persoalan dapat dibahas secara terbuka dan dicarikan solusi bersama.

Melalui pelibatan berbagai pihak serta penguatan fungsi pengawasan, program MBG diharapkan tidak hanya tepat sasaran dalam pemenuhan gizi. Akan tetapi, juga mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Pekalongan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....