Pelajar Kudus Viral Usai Tulis Surat Terkait MBG, Dinsos Lakukan Pendampingan
- 07 Apr 2026 15:50 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus — Seorang pelajar di Kabupaten Kudus menjadi viral usai menyampaikan kritik terhadap program makan bergizi gratis (MBG) melalui surat terbuka kepada Presiden. Menyikapi hal tersebut, Dinas Sosial(Dinsos) setempat melakukan pendampingan untuk memastikan kondisi pelajar tetap aman.
Pelajar tersebut diketahui bernama Mohammad Rafif Arsha Maulidi, siswa kelas XI SMK Miftahul Falah Cendono, Kecamatan Dawe. Surat terbuka yang ditulisnya menjadi perhatian luas setelah beredar di media sosial.
Sejak viral, Arsha mendapatkan banyak dukungan dari warganet melalui berbagai platform. Tulisan tersebut sebelumnya juga telah diketahui dan mendapat persetujuan dari orang tuanya.
Dinsos P3AP2KB Kudus melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) melakukan kunjungan ke rumah Arsha, Selasa, 7 April 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi psikologis dan keamanan pelajar tersebut tetap terjaga.
“Sebelumnya Senin pagi kemarin, kami sudah ke sekolahan dan bertemu dengan kepala sekolah maupun Arsha sendiri, dan Arsha bercerita bila kondisinya baik–baik saja. Kami sampaikan bahwa kedatangan kami ini untuk memastikan kondisi Arsha baik–baik saja, tidak ada ancaman, tekanan ataupun hal–hal yang membuat mental Arsha tertekan,” ungkap Kepala Bidang PPA, Yuni Saptorini.
Dinsos juga mengimbau keluarga untuk segera melapor apabila terdapat indikasi gangguan seperti intimidasi atau ancaman. Pihaknya siap memberikan pendampingan agar Arsha tetap merasa aman dan nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Ditemui di rumahnya di Kecamatan Bae, ibu Arsha, Yunita Arisanti, menyampaikan, anaknya sejak awal memiliki pandangan kritis terhadap program MBG. Ia menilai anggaran program tersebut sebaiknya dapat dialihkan untuk meningkatkan kesejahteraan guru.
“Arsha dengan orang tuanya selalu terbukam termasuk ketika membuat tulisan untuk surat terbuka terkait agar ada pengalihan anggaran MBG untuk tunjangan guru. Saya sebagai ibu Arsha juga tahu dan saya mendukung termasuk ayahnya,” ujarnya.
Yunita menambahkan, pihak keluarga terus memberikan dukungan agar Arsha tetap bijak menyikapi berbagai komentar di media sosial. Hal ini penting mengingat isu MBG masih menjadi perbincangan pro dan kontra di masyarakat. (RK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....