Banjir Rendam 9 Desa, Polres Demak Genjot Penanganan Pascabencana
- 07 Apr 2026 09:19 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Demak: Polres Demak memperkuat penanganan pascabanjir yang dipicu jebolnya tanggul Sungai Tuntang pada Jumat, 3 April 2026. Peristiwa yang terjadi di Desa Trimulyo dan Desa Sidoharjo, Kecamatan Guntur, itu menyebabkan tanggul jebol di tiga titik, sehingga air meluap dan merendam permukiman warga.
Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait saat ini fokus pada upaya penanganan pascabanjir guna membantu masyarakat terdampak. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan warga serta mempercepat pemulihan kondisi infrastruktur dan lingkungan yang rusak akibat terjangan air.
“Penanganan pascabanjir menjadi prioritas kami, mulai dari evakuasi warga, pemenuhan kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan, hingga percepatan pemulihan lingkungan,” kata AKBP Samel, Senin 6 April 2026.
Banjir ini dilaporkan berdampak luas hingga mencakup sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan di wilayah Kabupaten Demak. Kondisi ini memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka dan terpaksa mengungsi ke sejumlah titik aman yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah setempat.
Di Kecamatan Guntur, terdapat lima desa yang terdampak, yakni Desa Trimulyo, Sidoharjo, Tlogorejo, Turirejo, dan Sumberejo. Selain itu, genangan juga terjadi di Desa Ploso, Kecamatan Karangtengah, Desa Lempuyang, Kecamatan Wonosalam, serta Desa Solowire dan Sarimulyo di Kecamatan Kebonagung.
Kapolres menjelaskan bahwa jebolnya tanggul tersebut dipicu oleh meningkatnya debit air Sungai Tuntang secara drastis. Hal ini merupakan dampak dari hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu sejak Kamis, 2 April 2026 malam, sehingga beban tanggul melampaui kapasitas normal.
“Debit air meningkat signifikan setelah hujan deras di wilayah hulu. Tanggul tidak mampu menahan sehingga jebol di beberapa titik dan air melimpas ke permukiman,” jelasnya
Dalam upaya penanganannya, Polres Demak bersama instansi terkait telah mengerahkan Pasukan Siaga Bhayangkara untuk mengevakuasi warga terdampak. Fokus utama evakuasi diarahkan kepada kelompok rentan yang membutuhkan penanganan khusus seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
"Polres Demak juga menyediakan layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak. Layanan ini meliputi pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, hingga penanganan awal bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat banjir," terangnya.
Upaya pemulihan psikologis dilakukan melalui kegiatan trauma healing, khususnya bagi anak-anak dan warga yang mengalami tekanan pascabencana.
"Untuk memenuhi kebutuhan logistik, dapur umum didirikan dan dioperasikan secara berkelanjutan. Makanan siap saji dari dapur umum tersebut didistribusikan ke berbagai titik pengungsian. Selain itu, bantuan sosial turut disalurkan kepada warga terdampak sebagai bentuk dukungan selama masa tanggap darurat," ungkapnya.
Sementara, dalam tahap pemulihan, pasukan siaga Bhayangkara Polres Demak juga melakukan kerja bakti membersihkan fasilitas umum, saluran air, serta lingkungan permukiman warga yang terdampak banjir. Pengaturan lalu lintas juga diterapkan di sejumlah ruas jalan terdampak genangan untuk memastikan mobilitas warga dan distribusi bantuan tetap berjalan lancar.
Kapolres Demak AKBP Samel menegaskan, pihaknya bersama Forkopimda akan terus berupaya maksimal hingga kondisi kembali pulih. Di sisi lain, pengamanan wilayah tetap dilakukan melalui patroli rutin guna mencegah potensi gangguan Kamtibmas, termasuk tindak kriminalitas di rumah warga yang ditinggalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....