Panen Raya di Blora, BULOG Siap Tampung Jagung untuk Pangan dan Bioetanol

  • 03 Apr 2026 15:02 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Bulog dukung swasembada pangan
  • Panen raya jagung di blora

RRI.CO.ID, Blora – Perum BULOG menegaskan komitmennya dalam menyerap hasil panen jagung petani di Kabupaten Blora untuk mendukung ketahanan pangan nasional hingga kebutuhan bioetanol. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal I dan Tanam Jagung Serentak Kuartal II di Kecamatan Randublatung, Jumat, 3 April 2026.

Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya siap menjadi off-taker bagi seluruh produksi jagung petani di Blora. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan sekaligus mendukung kesejahteraan petani.

“Kami melihat langsung semangat luar biasa para petani Blora. BULOG berkomitmen menyerap seluruh produksi jagung yang ada di Blora, baik untuk pakan ternak maupun kebutuhan bioetanol,” ungkapnya.

Ia menyebut potensi jagung di Blora sangat besar, terlihat dari panen seluas 15 hektare dengan produktivitas mencapai 7 ton per hektare. Kondisi ini menunjukkan peluang pengembangan komoditas jagung masih terbuka lebar.

Lebih lanjut, kebutuhan bioetanol nasional yang mencapai sekitar 3,2 juta ton jagung dinilai menjadi peluang besar bagi petani. Selain itu, masa tanam yang relatif singkat membuat jagung menjadi komoditas unggulan.

"Ini peluang besar bagi petani karena jagung dapat dipanen dalam waktu relatif singkat. Sekitar 3 bulan," ujarnya.

Selain jagung, BULOG juga menyiapkan langkah strategis untuk mendukung sektor tebu di Blora melalui PT GMM. Pihaknya akan membantu penyaluran hasil panen tebu petani ke pabrik gula di Jawa Tengah.

“BULOG akan membantu penyaluran hasil panen tebu petani ke pabrik-pabrik PTPN dan SGN di Jawa Tengah. Petani tidak perlu bimbang, kami pastikan hasil panen tetap terserap," ucapnya.

BULOG juga tengah melakukan perbaikan dan reorganisasi manajemen PT GMM agar dapat menyerap hasil panen secara optimal. Selain itu, keterlibatan putra daerah dalam pengelolaan juga menjadi perhatian.

“Kami akan segera mereorganisasi manajemen dan melakukan perbaikan pabrik agar ke depan dapat menyerap tebu petani secara optimal. Kami juga akan melibatkan putra daerah dalam pengelolaannya," ujar Ahmad Rizal.

Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap sektor pertanian di wilayahnya. Ia menilai kehadiran BULOG menjadi penguat bagi petani dalam meningkatkan produksi.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Blora dan seluruh masyarakat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Panglima Kopassus, Pak Dirut Bulog, dan Pak Dirjen yang berkenan hadir di Blora. Blora ini merupakan daerah basis pertanian dan peternakan, dengan produksi jagung terbesar kedua di Jawa Tengah,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi juga menegaskan dukungan terhadap pengembangan pertanian jagung di Blora sebagai pilot project nasional. “Kami akan memastikan dari hilir hingga hulu berjalan dengan baik, mulai dari permodalan, benih, pupuk, pendampingan hingga off-taker, semuanya didukung oleh BULOG dan Kementerian Pertanian," katanya.

Sementara itu, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Yudi Sastro menekankan pentingnya peningkatan produksi jagung nasional. "Selain itu, kita juga diarahkan untuk mengembangkan 1 juta hektare jagung untuk bioetanol, dan Blora menjadi titik awal pengembangan tersebut," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....