Stok Dua Bulan Naik 300 Ribu Ton, Bulog Mantap Menuju Ekspor Beras

  • 27 Feb 2026 13:39 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Perum Bulog semakin percaya diri melangkah menuju ekspor beras setelah mencatat kenaikan stok signifikan dalam dua bulan pertama 2026. Kenaikan sekitar 300 ribu ton memperkuat posisi cadangan beras nasional dan mendukung rencana ekspor hingga 1 juta ton.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, stok beras Bulog yang pada akhir 2025 berada di angka 3,2 juta ton, meningkat menjadi 3,5 juta ton pada Februari 2026. Peningkatan tersebut ditopang serapan gabah petani yang masif selama Januari dan Februari 2026.

“Dalam dua bulan saja sudah naik 300 ribu ton. Ini berkat serapan luar biasa Januari dan Februari. Target kami sampai akhir tahun bisa mencapai 4 juta ton setara beras,” ujarnya saat ditemui di Pasar Johar, Jumat, 27 Februari 2026.

Ia menjelaskan, daerah penyerap terbesar berasal dari Jawa Timur, disusul Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan. Pemerintah juga tetap menyerap gabah petani yang terdampak banjir, sesuai arahan Presiden agar seluruh hasil panen tetap tertampung.

“Walaupun terdampak banjir dan kualitasnya beragam, tetap kita serap. Nanti secara teknis kita jemur atau gunakan dryer, yang penting petani tetap merasakan hasil panennya,” ucapnya.

Dengan cadangan yang terus menguat, Bulog kini mantap mendukung program Presiden untuk mendorong ekspor 1 juta ton beras. Sejumlah negara seperti Malaysia, Timor Leste, Papua Nugini, dan Filipina menjadi tujuan penjajakan pasar ekspor.

Selain itu, Bulog juga mendapat mandat hasil Rapat Koordinasi Terbatas yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan untuk menyediakan 2.280 ton beras bagi jemaah haji Indonesia tahun 2026. Namun, Ahmad Rizal memastikan jumlah tersebut sangat kecil dan tidak memengaruhi target nasional.

“Jumlahnya kecil sekali, tidak sampai 0,01 dari stok kita. Tidak berpengaruh pada target,” katanya.

Kenaikan stok dan rencana ekspor ini menjadi sinyal optimisme bahwa Indonesia tidak hanya mampu menjaga ketahanan pangan dalam negeri. Akan tetapi, juga siap memperkuat posisi sebagai negara pengekspor beras setelah fondasi swasembada semakin kokoh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....