Jelang Idulfitri, Ketersediaan Pangan Jawa Tengah Kondisi Aman
- 26 Feb 2026 15:20 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan ketersediaan bahan pangan pokok dalam kondisi aman dan surplus menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026. Kepastian ini diberikan guna menjamin ketenangan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok selama bulan suci.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Sri Brotorini, SP., M.P., mengatakan berdasarkan neraca pangan daerah, seluruh 12 komoditas pangan strategis berada dalam posisi surplus. Data ini merujuk pada hasil pemantauan stok di berbagai gudang logistik dan sentra produksi tani.
“Untuk ketersediaan pangan, neraca pangan Jawa Tengah dari 12 bahan pokok strategis semuanya aman. Artinya, ketersediaan lebih dari cukup dibandingkan kebutuhan masyarakat saat ini. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya dalam wawancara bersama RRI, Kamis 26 Februari 2026
Meski stok aman, tantangan utama saat ini adalah menjaga stabilitas harga di pasaran, terutama menjelang Ramadan. Beberapa komoditas dilaporkan mulai mengalami fluktuasi harga akibat meningkatnya permintaan pasar secara mendadak, khususnya pada komoditas cabai rawit merah.
Sri Brotorini menjelaskan, harga cabai rawit merah saat ini berada di kisaran Rp70.000 hingga Rp75.000 per kilogram. Angka tersebut naik sekitar 20–30 persen dari Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp57.000 per kilogram.
“Kenaikan ini dipengaruhi curah hujan yang cukup tinggi sehingga pasokan dari petani sedikit berkurang. Namun secara kebutuhan, Jawa Tengah tetap surplus, bahkan masih menyuplai ke Jakarta dan Sumatera,” jelasnya lebih lanjut mengenai distribusi antarprovinsi.
Selain cabai, sejumlah komoditas seperti minyak goreng, daging, dan telur juga mengalami kenaikan, namun masih dalam batas wajar. Pemerintah terus memantau pergerakan harga di pasar tradisional maupun ritel modern untuk mencegah spekulasi harga oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Untuk mengendalikan harga, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan intervensi melalui subsidi harga, khususnya di 15 kabupaten/kota yang mengalami lonjakan harga cukup tinggi. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka inflasi daerah di sektor pangan.
“Kami melakukan penyaluran subsidi harga, terutama untuk cabai. Kami jual dengan harga Rp65.000 per kilogram. Sebelumnya sempat menyentuh Rp85.000 sampai Rp90.000 per kilogram, sekarang sudah turun di kisaran Rp70.000 hingga Rp75.000,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....