Jateng Operasikan Embung Geblong, Mampu Aliri 30 Hektar Lahan

  • 23 Feb 2026 13:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengoperasikan Embung Geblong di Desa Geblong, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung. Infrastruktur sumber daya air itu mampu mengairi sekitar 30 hektare lahan perkebunan warga.

Embung yang rampung dibangun pada Desember 2025 tersebut diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Senin, 23 Februari 2026. Kehadirannya diproyeksikan memperkuat suplai air, khususnya saat musim kemarau.

Dengan kapasitas tampung mencapai 18.143 meter kubik, embung ini menjadi tumpuan baru bagi petani setempat. Anggaran pembangunannya mencapai Rp5,7 miliar yang bersumber dari APBD Jawa Tengah 2025.

Ketua Kelompok Tani Wahyu Mulyo Dusun Bugel, Suyadi, mengatakan embung sangat dinantikan petani. Selama ini mereka kesulitan air untuk menyiram tanaman durian, kopi, alpukat, hingga palawija.

“Embung ini nanti dimanfaatkan masyarakat petani di waktu kemarau, untuk tanaman palawija maupun perkebunan. Selain itu, nanti teman-teman UMKM bisa jualan di sini apabila ini nanti diperbolehkan untuk lokasi wisata," ujarnya.

Menurutnya, sebelum ada embung, para petani terpaksa mengambil air dari sungai menggunakan jeriken dengan jarak tempuh berkisar 1 hingga 3 kilometer. Kondisi tersebut sangat menyita waktu dan tenaga, mengingat pemilik lahan tidak hanya berasal dari satu dusun saja.

"Apalagi yang punya lahan di sini tidak hanya yang dekat dengan Dusun Bugel, tapi ada yang dari Gandon, Kemloko, Kemiri, dan sekitarnya, jadi lahannya jauh. Diharapkan bisa membantu dengan adanya embung ini," tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, pembangunan embung merupakan bagian dari strategi mendukung swasembada pangan nasional. Menurutnya, ketersediaan air irigasi adalah fondasi utama dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

"Di wilayah sini, kepala desa dan camat menyampaikan, kalau bisa ada embung yang bisa mengairi masyarakat sekitar, bisa digunakan untuk destinasi wisata, bisa digunakan untuk air baku tanah, bisa untuk pengairan. Jadi, manfaatnya besar sekali," kata Ahmad Luthfi

Ke depan, Pemprov Jawa Tengah akan mendorong pembangunan embung di lebih banyak wilayah. Targetnya, satu embung idealnya dapat melayani dua kecamatan untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....