Lonjakan Arus Balik di Tanjung Mas, Pelni Siapkan Tambahan Kapasitas 30 Persen
- 27 Mar 2026 15:35 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang — Arus balik Lebaran 1447 Hijriah melalui jalur laut di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang mengalami peningkatan sekitar dua persen dibandingkan tahun lalu. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, PT Pelni Cabang Semarang menyiapkan tambahan kapasitas kapal hingga 30 persen.
Kepala Cabang PT Pelni Semarang, Yuniati Fatimah, mengatakan, hingga 27 Maret 2026 jumlah penumpang arus balik yang tiba tercatat hampir 12 ribu orang. Ia menyebut, puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 27 Maret hingga 3 April, dengan okupansi kapal diprediksi penuh.
“Kalau puncak arus baliknya kita prediksikan tanggal 27 sampai 3 April. Dengan okupansi kapal yang ada, seluruh tiket diperkirakan akan terjual habis,” ujar Yuniati, Kamis, 26 Maret 2026.
PeIni telah menyiapkan tambahan armada, serta memperoleh dispensasi penambahan kapasitas hingga 30 persen dari Kementerian Perhubungan. Hal ini didapatkan setelah melalui serangkaian pemeriksaan.
Yuniati menjelaskan, penumpang dengan tiket non-seat tetap akan mendapatkan fasilitas tempat khusus di atas kapal. Meski demikian, mereka tidak memperoleh tempat tidur seperti penumpang reguler.
Ia menegaskan, seluruh fasilitas keselamatan, termasuk alat evakuasi dan sistem pengamanan, telah disiapkan sesuai standar guna menjamin keamanan selama perjalanan. “Tetap kami siapkan ruang dengan matras di area tertentu, dan kami pastikan aspek kenyamanan serta keselamatan tetap terpenuhi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Institut Studi Transportasi, Darmaningtyas, menilai arus mudik Lebaran tahun ini secara umum berjalan cukup lancar. “Kalau kita lihat, angka kecelakaan tahun ini turun sekitar 27 persen dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.
Memasuki periode arus balik, Darmaningtyas mengimbau masyarakat untuk memilih moda transportasi sesuai kebutuhan dan kondisi finansial. Ia juga mengingatkan pemudik yang menggunakan sepeda motor agar lebih berhati-hati, mengingat faktor kelelahan menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan.
Selain itu, masyarakat yang akan kembali ke Jakarta diminta mewaspadai potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi pada 28 hingga 29 Maret 2026. Ia menyarankan agar waktu perjalanan dapat disesuaikan guna menghindari hambatan di perjalanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....