Senangnya Ikut Mudik Gratis Jateng, Berlangganan Hemat Setengah Juta
- 16 Mar 2026 16:49 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Program Mudik Gratis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali membawa kebahagiaan bagi para perantau di Jakarta. Banyak peserta bahkan mengaku menjadi langganan setiap tahun karena bisa menghemat biaya perjalanan hingga sekitar Rp500 ribu/ orang.
Antusiasme itu terlihat dari para pekerja informal yang mengikuti program tersebut. Mulai dari asisten rumah tangga (ART), buruh gudang, hingga pekerja serabutan memanfaatkan fasilitas mudik gratis untuk pulang ke kampung halaman.
Salah satu peserta, Samino, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Ia bekerja sebagai buruh harian di bagian gudang dengan penghasilan yang tidak menentu.
“Alhamdulillah sangat membantu Mas. Saya orang kecil, kerja harian di bagian gudang. Kalau kerja ya dapat, kalau tidak ya tidak,” kata Samino sebelum keberangkatan di Museum Purna Bhakti Pertiwi TMII, Jakarta, Senin 16 Maret 2026.
Samino menjelaskan, dalam kondisi ramai ia bisa bekerja hingga lima hari dalam sepekan. Namun saat pekerjaan sepi, ia hanya mendapat kesempatan kerja dua hingga tiga hari saja.
Dengan kondisi tersebut, biaya mudik menjadi pengeluaran besar bagi dirinya. Ia menyebut ongkos perjalanan menuju kampung halamannya di Banyumas saat Lebaran bisa mencapai Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per orang.
“Kalau tidak ikut mudik gratis, mungkin sekitar Rp400 ribu sampai Rp500 ribu. Dengan program ini jadi sangat hemat,” ujarnya.
Menurut Samino, uang yang seharusnya digunakan untuk ongkos perjalanan kini bisa dialihkan untuk kebutuhan keluarga di kampung. Dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk berbelanja atau membantu kebutuhan keluarga.
Ia pun mengaku sudah tiga kali mengikuti program mudik gratis dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Baginya, fasilitas ini sangat membantu para perantau dengan penghasilan terbatas.
Hal senada juga disampaikan Widya, seorang asisten rumah tangga di Jakarta. Ia mengaku sudah tiga tahun berturut-turut mengikuti program mudik gratis yang diselenggarakan Pemprov Jateng.
“Sudah tiga kali ikut. Sangat membantu karena meringankan biaya mudik,” kata Widya yang berangkat bersama rekan sesama ART.
Widya menuturkan, tanpa program tersebut biaya perjalanan pulang kampung cukup membebani. Karena itu, ia berharap program mudik gratis bisa terus diselenggarakan setiap tahun.
“Harapannya semoga terus ada setiap tahun, karena sangat membantu perantau seperti kami,” ujarnya.
Program Mudik Lebaran Gratis merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Paguyuban Jawa Tengah dan sejumlah mitra. Program ini ditujukan untuk membantu para pekerja informal agar dapat pulang kampung dengan lebih mudah.
Berdasarkan data Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, mudik gratis tahun 2026 menggunakan dua moda transportasi darat, yakni bus dan kereta api. Untuk keberangkatan dari TMII disiapkan 325 bus dengan kapasitas 16.186 penumpang menuju 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Selain itu, terdapat 23 bus yang diberangkatkan dari Lanud Sastranegara Bandung dengan total 1.133 penumpang. Seluruh peserta mudik gratis tersebut berasal dari kalangan pekerja informal yang merantau di berbagai kota.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang melepas keberangkatan para pemudik berharap program ini dapat membantu masyarakat. "Biar masyarakat bisa ikut mudik gratis jadi uangnya bisa dihemat," terang Luthfi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....