Posko Terpadu Jateng Resmi Beroperasi, Mudik 2026 Dipantau 24 Jam

  • 13 Mar 2026 21:42 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pemantauan arus mudik Lebaran 2026 di Jawa Tengah kini dilakukan selama 24 jam setelah Posko Terpadu resmi dioperasikan mulai 13–30 Maret 2026. Posko tersebut menjadi pusat kendali untuk mengoordinasikan pelayanan dan pengawasan pergerakan pemudik di wilayah provinsi ini.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, posko terpadu bersama pos pengamanan dan pelayanan dibentuk untuk memberikan layanan maksimal kepada masyarakat selama masa mudik Lebaran. Posko tersebut diharapkan mampu menjadi pusat informasi sekaligus koordinasi dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.

"Posko Terpadu termasuk Pos Pengamanan dan Pelayanan itu sejatinya dibuat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata Luthfi saat memberikan arahan dan membuka Pos Terpadu Lebaran 2026 di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Jumat, 13 Maret 2026.

Menurut Luthfi, posko terpadu berfungsi sebagai pusat komando untuk mengoordinasikan seluruh pos yang tersebar di Jawa Tengah. Penanganan kondisi darurat seperti kemacetan, pemudik sakit, kendaraan mogok, hingga kecelakaan lalu lintas akan dipantau dan ditangani melalui pusat kendali tersebut.

Selain itu, posko juga menjadi tempat pengolahan dan validasi data guna mendukung pengambilan keputusan secara cepat. Informasi yang dihasilkan nantinya akan menjadi rujukan terpercaya bagi masyarakat selama periode mudik berlangsung.

Ia menegaskan seluruh posko harus siaga selama 24 jam untuk memantau kondisi wilayah. Pengawasan tidak hanya dilakukan pada jalur mudik, tetapi juga pada daerah yang memiliki potensi bencana seperti tanah longsor, tanah bergerak, dan banjir.

Luthfi juga mengingatkan petugas yang bertugas di posko untuk menjaga kondisi kesehatan. Menurutnya, petugas harus dalam keadaan aman dan nyaman agar mampu memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik.

Berdasarkan evaluasi mudik tahun sebelumnya, sejumlah aspek pelayanan perlu ditingkatkan pada tahun ini. Di antaranya penambahan kantong parkir dan toilet di rest area tol, penerangan jalan umum, serta rambu portabel di jalur alternatif.

Ia juga menyoroti jalur Selatan–Selatan yang masih memiliki keterbatasan penerangan jalan. Oleh karena itu, penambahan rambu dan fasilitas penunjang dinilai penting untuk meningkatkan keselamatan pemudik.

Selain memantau jalur transportasi, petugas juga diminta mengawasi objek vital seperti tempat ibadah, pusat perbelanjaan, pasar, dan destinasi wisata. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan masyarakat selama masa libur Lebaran.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Arief Djatmiko menyebutkan jumlah pemudik yang menuju Jawa Tengah diperkirakan mencapai 17,7 juta orang. Angka itu meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 13 juta pemudik.

Posko Terpadu Jawa Tengah akan beroperasi selama 24 jam dengan sistem tiga shift petugas. Personel yang terlibat berasal dari berbagai instansi, mulai dari organisasi perangkat daerah, kepolisian, hingga lembaga terkait lainnya.

"Jawa Tengah juga memiliki kelompok masyarakat sadar keselamatan. Jumlahnya lebih dari 350 orang, dan ini kita aktifkan mereka menjadi ujung tombak di titik-titik yang jauh dari pantauan," katanya.

Dalam mendukung pemantauan lalu lintas, Dinas Perhubungan juga telah memasang 10 titik CCTV yang dapat dipantau selama 24 jam. Sistem tersebut terhubung dengan kamera pemantau milik pemerintah kabupaten dan kota sehingga pemudik dapat mengetahui kondisi lalu lintas sebelum melakukan perjalanan.

Rekomendasi Berita