Amankan Lebaran, Polres Purworejo Siagakan Personel di 9 Titik Strategis
- 13 Mar 2026 07:52 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Purworejo – Polres Purworejo menyiapkan sembilan pos pengamanan untuk mengantisipasi arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah. Para personel akan disiagakan di 9 titik strategis yang tersebar di berbagai jalur utama yang menjadi urat nadi perjalanan pemudik.
Langkah tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Operasi Terpusat Ketupat Candi 2026 di wilayah Kabupaten Purworejo. Kesiapan pengamanan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan yang digelar di depan Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo, Kamis, 12 Maret 2026.
Operasi Ketupat Candi 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Dalam pelaksanaannya, operasi ini melibatkan 456 personel kepolisian yang didukung berbagai instansi terkait.
Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra mengatakan, sembilan pos pengamanan tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis yang menjadi jalur utama perjalanan pemudik. “Mulai dari Pos Pengamanan (Pospam) Ketawang, Nampu, Pasar Krendetan, Plaza, Maron hingga Pos Terpadu Kutoarjo dan Pos Pelayanan di Terminal serta Stasiun,” jelasnya.
Selain pengamanan fisik di lapangan, Polres Purworejo juga memanfaatkan inovasi digital untuk membantu masyarakat selama masa mudik. Salah satunya melalui layanan Chatbot Pak Polisi yang dapat diakses oleh masyarakat.
“Bagi masyarakat yang menghadapi kendala selama perjalanan, baik pada arus mudik maupun balik, kini tersedia layanan Chatbot Pak Polisi,” ujarnya.
Masyarakat dapat mengakses layanan tersebut melalui nomor WhatsApp 0877-110-110-10. Layanan ini menjadi saluran komunikasi bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian selama masa operasi berlangsung.
“Layanan ini dirancang sebagai pusat aduan dan informasi digital yang responsif bagi siapa saja yang membutuhkan bantuan kepolisian di wilayah Jawa Tengah,” jelasnya.
Kapolres juga menyampaikan pihaknya menyiapkan sejumlah inovasi pelayanan di titik-titik pengamanan untuk meningkatkan kenyamanan pemudik selama perjalanan.
“Kami ingin masyarakat merasa aman dan terlayani dengan maksimal. Ada beberapa inovasi yang kami siapkan di titik-titik pengamanan,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Purworejo, Yuli Hastuti menyampaikan, Operasi Ketupat Candi merupakan operasi kemanusiaan. Tujuannya untuk memastikan masyarakat dapat menjalani mudik dengan aman dan nyaman.
"Mari kita berikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama pelaksanaan mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Pastikan setiap warga bisa berkumpul dengan keluarga dalam keadaan selamat," kata Bupati.
Usai apel gelar pasukan, jajaran Forkopimda juga melaksanakan pemusnahan barang bukti minuman keras hasil Operasi Pekat 2026. Sebanyak 4.416 botol minuman keras berbagai jenis dimusnahkan sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang bulan Ramadan dan Lebaran. (Ags)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....