Operasi Ketupat Candi 2026, Polda Jateng Siagakan 28.980 Personel Layani Pemudik

  • 12 Mar 2026 23:27 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Polda Jateng menyiagakan sebanyak 28.980 personel dalam Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Candi 2026 guna mengamankan arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah. Kesiapan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan yang digelar di Lapangan Apel Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis, 12 Maret 2026 sore.

Apel dipimpin Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi selaku Inspektur Upacara. Ia didampingi Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo serta Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi membacakan amanat Kapolri. Ia menyampaikan, Operasi Ketupat Candi 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai Jumat 13 Maret hingga Rabu 25 Maret 2026. Dalam amanat itu juga dijelaskan sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi selama masa operasi.

Kerawanan tersebut meliputi ancaman terorisme, aksi sweeping oleh oknum organisasi masyarakat, kenaikan harga dan kelangkaan bahan pokok maupun BBM. "Selain itu, gangguan kamtibmas seperti balap liar, penyalahgunaan narkoba, penggunaan petasan, kecelakaan transportasi, hingga potensi bencana hidrometeorologi juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi tersebut," kata Gubernur.

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026, Polda Jateng mengerahkan 28.980 personel yang terdiri dari 22.680 personel Polri dari Polda Jateng dan jajaran Polres. Selain itu, sebanyak 6.300 personel gabungan dari berbagai instansi juga turut dilibatkan.

Ribuan personel tersebut akan disiagakan di 219 pos pengamanan yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Tengah. Pos tersebut terdiri dari 1 pos terpusat, 18 pos terpadu, 52 pos pelayanan, serta 148 pos pengamanan.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo mengatakan selain pengamanan jalur mudik, pihaknya juga menghadirkan berbagai inovasi pelayanan bagi masyarakat. “Program Valet Ride kami siapkan sebagai alternatif perjalanan yang lebih aman bagi pemudik sepeda motor,” ujarnya.

Ada pula layanan digital Chatbot Si Polan yang dapat diakses masyarakat selama masa arus mudik dan balik Lebaran. “Chatbot Si Polan akan membantu masyarakat memperoleh berbagai informasi lalu lintas, layanan kepolisian, hingga jalur alternatif selama perjalanan mudik,” jelas Kapolda.

Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan darurat kepolisian melalui Call Center 110. Pihaknya juga menyediakan berbagai fasilitas di pos pengamanan, pos pelayanan, maupun rest area di jalur mudik Jawa Tengah.

Polda Jawa Tengah bersama instansi terkait juga menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama arus mudik dan arus balik. Rekayasa tersebut meliputi penerapan sistem one way nasional, ganjil genap, pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga, hingga kemungkinan one way lokal di sejumlah jalur sesuai kondisi di lapangan.

“Saat arus balik nanti kita juga menyiapkan Tol Fungsional di Exit Bawen. Beroperasi mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB,” jelasnya.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto juga mengimbau masyarakat agar mempersiapkan perjalanan mudik dengan baik dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan petugas. “Manfaatkan layanan hospitality yang tersedia di pos pengamanan, pos pelayanan maupun rest area di wilayah Jawa Tengah untuk beristirahat apabila merasa lelah,” kata Artanto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....