H-10 Lebaran, Jalur Mudik Purworejo Ditargetkan Zero Lubang
- 12 Mar 2026 17:13 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Purworejo – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, sejumlah ruas jalan nasional di wilayah Purworejo terus diperbaiki agar aman dan nyaman dilalui pemudik. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Jawa Tengah–DIY menargetkan kondisi jalan sudah bebas lubang atau zero lubang pada H-10 Lebaran.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.6 Provinsi Jawa Tengah, Wahyuningsih Tri Hermani, mengatakan perbaikan jalan dilakukan sepanjang 66,67 kilometer. Penanganan tersebut mencakup ruas Jladri–Tambakmulyo–Wawar sepanjang 50,52 kilometer serta ruas Wawar–Congot sepanjang 16,42 kilometer.
"Kedua ruas itu menjadi prioritas karena merupakan jalur strategis yang menghubungkan arus kendaraan dari Jawa Tengah menuju Yogyakarta maupun sebaliknya," katanya saat dikonfirmasi, Kamis, 12 Maret 2026.
Ia menjelaskan, fokus penanganan saat ini adalah perbaikan jalan berlubang dan kerusakan ringan agar jalur mudik dapat dilalui dengan aman. Perbaikan dilakukan melalui pemeliharaan perkerasan jalan tanpa pekerjaan pelebaran ruas.
“Perbaikan jalur mudik pada PPK 2.6 Jawa Tengah kami lakukan sepanjang 66,67 kilometer. Fokus utama saat ini adalah penanganan jalan berlubang dan kerusakan ringan, agar jalan aman dan nyaman dilalui pemudik,” ujarnya.
Untuk mempercepat penanganan di lapangan, tim teknis menurunkan enam tim penanganan cepat atau patching. Tim tersebut bekerja memperbaiki kerusakan jalan di sepanjang ruas Jladri–Tambakmulyo–Wawar hingga Wawar–Congot.
| Baca juga: Polisi Bantu Pemudik, Mobil Alami Pecah Ban |
Selain pemeliharaan rutin, pada tahun ini juga terdapat paket pekerjaan preservasi jalan yang meliputi rekonstruksi jalan sepanjang 400 meter, rehabilitasi minor sepanjang 1,66 kilometer, serta rehabilitasi mayor sepanjang 1 kilometer. Namun, hingga mendekati H-10 Lebaran, pekerjaan yang telah dilakukan baru sebagian rehabilitasi minor.
Pekerjaan preservasi lainnya akan dilanjutkan setelah masa mudik dan Lebaran selesai agar tidak mengganggu arus kendaraan. Untuk kegiatan pemeliharaan jalan sepanjang 66,67 kilometer tersebut, dialokasikan anggaran sekitar Rp1,99 miliar.
Wahyuningsih mengakui tingginya curah hujan dalam beberapa minggu terakhir menjadi tantangan dalam proses perbaikan jalan. “Namun kami menambah tim patching agar penanganan bisa lebih cepat sehingga target jalan bebas lubang menjelang mudik dapat tercapai,” katanya.
Selain itu, posko Lebaran juga disiagakan di Rest Area Martani KM 78+600 pada ruas Jladri–Tambakmulyo–Wawar. Posko tersebut disiapkan untuk mendukung kelancaran arus mudik serta membantu pemudik jika mengalami kendala di perjalanan.
“Kami berharap jalur mudik yang kami siapkan dapat dilalui dengan aman dan nyaman. Kami juga mengimbau pemudik untuk memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, mematuhi rambu lalu lintas dan batas kecepatan, serta beristirahat jika merasa lelah,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur PT New Cakti, Lalu Panji Gusangan, mengatakan sejumlah pekerjaan perbaikan jalan sebenarnya telah dilakukan di lapangan. Video jalan berlubang yang sempat viral di media sosial diduga merupakan rekaman kondisi lama sebelum perbaikan dilakukan.
“Sebagian pekerjaan sebenarnya sudah dikerjakan. Namun muncul video lubang lama sehingga seolah-olah pekerjaan belum dilakukan. Kami menargetkan Jumat, 13 Maret 2026 ini, kondisi jalan sudah zero lubang dan clear,” ujar Panji.
Ia menambahkan, tim di lapangan juga bersiaga melalui pos-pos Binamarga untuk memantau kondisi jalan selama arus mudik berlangsung. Menurutnya, ruas Jalur Daendels di wilayah pesisir memiliki panjang sekitar 60 kilometer dan penanganannya selama ini banyak dilakukan melalui perbaikan tambal sulam karena keterbatasan anggaran. (Ags)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....