Tekan Lakalantas Mudik Lebaran, Dishub Jateng Siapkan Jalur Khusus Motor di Bawen

  • 11 Mar 2026 06:01 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah menyiapkan jalur khusus bagi sepeda motor di kawasan Exit Tol Bawen, Kabupaten Semarang, selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya menekan potensi kecelakaan lalu lintas di titik yang selama ini dikenal rawan insiden.

Penerapan jalur khusus tersebut merupakan bagian dari rekayasa lalu lintas yang disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Langkah ini dilakukan melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Semarang, kepolisian, serta sejumlah instansi terkait.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Arief Djatmiko mengatakan, simpang Bawen hingga Exit Tol Bawen menjadi salah satu titik yang kerap mengalami kepadatan kendaraan. Kondisi itu juga memicu meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut.

Menurutnya , berbagai pihak telah melakukan konsolidasi untuk menyiapkan pengaturan lalu lintas menjelang arus mudik Lebaran. Hasilnya, rekayasa arus kendaraan akan mulai diterapkan pada H-7 Lebaran.

Melalui skema tersebut, arus kendaraan akan dipisahkan agar lebih tertib dan aman. Sepeda motor akan diarahkan ke jalur tersendiri, sementara pengaturan lampu lalu lintas juga disesuaikan guna mendukung kelancaran arus kendaraan.

“Pengguna jalur itu sudah mulai terpisah, nanti akan dibuatkan jalur khusus untuk sepeda motor. Di sana rencana akan ada pengaturan lalu lintas, termasuk traffic light akan diatur tersendiri,” ujar Arief saat mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau kesiapan tol fungsional Bawen–Ambarawa, Selasa 10 Maret 2026.

Ia juga menyampaikan, rekayasa lalu lintas tersebut bersifat sementara dan diterapkan selama periode mudik dan balik Lebaran. Di titik yang sama juga akan didirikan pos pengamanan terpadu yang beroperasi mulai 13 hingga 30 Maret 2026.

Setelah masa mudik dan balik Lebaran berakhir, pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap efektivitas rekayasa lalu lintas tersebut. Hasil evaluasi akan menjadi dasar untuk menentukan apakah pengaturan arus kendaraan perlu dilanjutkan atau disesuaikan kembali.

Nanti setelah masa mudik-balik Lebaran akan kita evaluasi lagi. Apakah itu akan berlanjut rekayasa lalu lintasnya atau akan dimodifikasi kembali, itu melihat situasi,” kata Arief.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebutkan bahwa di kawasan tersebut telah tersedia pos pengamanan. Ia berharap keberadaan pos tersebut dapat membantu petugas menangani berbagai persoalan lalu lintas di lokasi tersebut.

“Pospam itu kepanjangan tangan Polres untuk problem solving di tempat itu,” ujar Luthfi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....