Ahmad Luthfi Minta Kepala Daerah Siaga Lebaran, Dilarang Tinggalkan Wilayah

  • 10 Mar 2026 12:34 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengingatkan seluruh kepala daerah agar tetap siaga di wilayah masing-masing selama masa libur Lebaran 2026. Ia menegaskan para bupati dan wali kota tidak diperkenankan meninggalkan daerahnya demi memastikan pelayanan dan keamanan masyarakat tetap terjaga.

Kebijakan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 000.2.3/1171/SJ tertanggal 8 Maret 2026 tentang penundaan perjalanan ke luar negeri selama libur Idulfitri 1447 Hijriah. Melalui aturan itu, kepala daerah diminta selalu memantau kondisi wilayah agar tetap kondusif selama arus mudik dan balik.

"Saya ingatkan H-7 dan H+7 untuk tetap berada di wilayah. Sesuai surat edaran Mendagri," kata Luthfi saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral bersama bupati dan walikota beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah(Forkopimda) se-Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Senin, 9 Maret 2026.

Ia meminta seluruh kepala daerah memahami dan mematuhi ketentuan dalam surat edaran tersebut. Menurutnya, kehadiran pemimpin daerah sangat dibutuhkan untuk memastikan seluruh pelayanan publik berjalan optimal selama libur Lebaran.

Dalam rapat koordinasi itu, Luthfi juga menekankan pentingnya kesiapan daerah menghadapi lonjakan pemudik yang diperkirakan masuk ke Jawa Tengah. Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan arus mudik tahun ini.

"Diprediksi tahun ini ada sekitar 17.300.000 pemudik akan masuk. Tumplek blek ke wilayah Jawa Tengah," kata Luthfi.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekda Jateng Sumarno, serta jajaran Forkopimda Jawa Tengah. Dalam forum itu dibahas berbagai kesiapan sektor, mulai dari sarana prasarana transportasi, ketersediaan bahan pokok, hingga mitigasi potensi bencana.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi arus mudik. Di antaranya pembentukan posko terpadu, patroli mobile di titik rawan kemacetan, pemasangan rambu portable, serta penambahan 10 titik CCTV.

Selain itu, program mudik dan balik rantau gratis juga kembali digelar untuk membantu masyarakat. Pemerintah juga melakukan rampcheck kendaraan angkutan umum di 23 terminal tipe B serta menyiapkan jalur alternatif guna mengurai kepadatan lalu lintas.

Luthfi menambahkan perbaikan infrastruktur jalan terus dipercepat menjelang Lebaran. Penanganan jalan berlubang, pemasangan rambu lalu lintas, serta penerangan jalan dikebut agar jalur mudik lebih aman dan nyaman dilalui masyarakat.

Menurutnya, percepatan perbaikan tersebut penting untuk memastikan tidak ada ruas jalan yang membahayakan pemudik. Dengan kondisi jalan yang baik, diharapkan perjalanan masyarakat menuju kampung halaman dapat berlangsung lebih lancar dan aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....