Polda Jateng Prediksi Akan Terjadi Dua Kali Puncak Arus Mudik 2026
- 06 Mar 2026 10:56 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang : Pergerakan masyarakat pada momen Lebaran 1447 H tahun 2026 diprediksi akan mengalami peningkatan sebesar 1,4 hingga 2,1 persen dibandingkan tahun lalu. Menanggapi hal tersebut, Polda Jawa Tengah meminta masyarakat mulai menyusun rencana perjalanan sejak dini guna menghindari penumpukan kendaraan di titik-titik rawan kemacetan.
Kabid Humas Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menjelaskan, berdasarkan analisis data, kepadatan kendaraan tidak akan terkonsentrasi pada satu waktu saja, melainkan terbagi dalam beberapa fase. “Diprediksi puncak arus mudik tahun ini terjadi dua kali, yakni pada 14–15 Maret 2026 dan 18–19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026,” ujar Kombes Pol Artanto, Jumat 6 Maret 2026.
Ia menjelaskan, munculnya dua gelombang ini dipengaruhi kebijakan fleksibilitas waktu kerja serta kecenderungan masyarakat memilih waktu keberangkatan yang berbeda, sehingga pergerakan kendaraan tidak terpusat dalam satu waktu. Terkait hal tersebut, ia juga menghimbau masyarakat agar mempersiapkan perjalanan dengan baik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak awal dan tidak berangkat bersamaan pada waktu puncak. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima dan bahan bakar terisi penuh sebelum berangkat. Cek saldo E-Toll dan E-Money agar tidak terjadi antrean di gerbang tol,” tegasnya.
Selain itu, Ia juga mengingatkan agar pengemudi menjaga kondisi fisik selama perjalanan, segera manfaatkan rest area atau pos pelayanan untuk beristirahat. “Utamakan keselamatan berkendara, patuhi rambu-rambu lalu lintas, dan hormati hak sesama pengguna jalan,” tambahnya.
Kombes Pol Artanto menjelaskan, dalam menghadapi puncak arus mudik , Polda Jateng telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif. Personel akan digelar secara maksimal di jalur tol, jalur arteri, serta titik rawan kepadatan dan kecelakaan. Pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu disiagakan untuk memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat.
Selain itu, skema rekayasa lalu lintas seperti one way, contraflow, dan ganjil-genap telah disiapkan dan akan diterapkan secara situasional sesuai dengan kondisi arus kendaraan di lapangan.
“Harapan kami, dengan kesiapan personel dan dukungan masyarakat yang disiplin, arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berjalan aman, nyaman, dan menyenangkan, sejalan dengan tagline Mudik 2026 yakni Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” pungkasnya.
.