Sambut Lonjakan Mudik, Bandara Ahmad Yani Semarang Siapkan 12 Ekstra Flight

  • 27 Feb 2026 13:09 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang menyiapkan 12 penerbangan tambahan (extra flight) untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada arus mudik Lebaran 2026. Penambahan jadwal ini dilakukan seiring meningkatnya animo masyarakat yang telah memesan tiket sejak jauh hari.

General Manager Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, mengatakan seluruh fasilitas operasional telah dipastikan dalam kondisi prima. Kesiapan meliputi runway, apron, parking stand, serta peralatan pendukung keselamatan penerbangan.

Selain operasional penerbangan, pengelola juga memperkuat layanan di dalam terminal. Personel disiagakan untuk mengantisipasi antrean di area check-in, pengambilan bagasi, serta pengaturan arus penumpang di titik keberangkatan dan kedatangan.

Sulistyo menyebut pengaturan lalu lintas kendaraan di kawasan bandara turut menjadi perhatian. Manajemen memastikan tidak terjadi penumpukan maupun kemacetan yang dapat menghambat akses menuju bandara.

"Yang tidak kalah pentingnya, selalu kita mengadakan pertemuan, meeting bersama para staf, terkait untuk kesehatan personel dalam melayani lonjakan penumpang. Kita juga memastikan tidak terjadi kerumunan dan penumpukan, serta kemacetan kendaraan di area sekitar bandara," ujarnya kepada RRI, Jumat, 27 Februari 2026.

Untuk mendukung kelancaran operasional itu, Posko Angkutan Udara Lebaran disiapkan dan direncanakan mulai beroperasi pada 13 Maret 2026. Posko akan menjadi pusat informasi penerbangan, layanan pengaduan, hingga koordinasi lintas instansi selama periode mudik.

"Kami menyiapkan total 288 personel, 258 personel dari kami sendiri. Kami juga dibantu petugas dari eksternal bandara itu sendiri," ujarnya.

Bandara Ahmad Yani juga memberlakukan potongan 50 persen tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) dan jasa pendaratan serta penyimpanan pesawat (PJP4U). Diskon ini berlaku untuk penerbangan domestik periode 14–29 Maret 2026 dengan pembelian tiket mulai 10 Februari hingga 29 Maret 2026.

"Berdasarkan dari surat edaran Kementerian Perhubungan, nomor AU 005/1/2/THD 2026 tanggal 30 Januari 2026, perihal pengenaan potongan harga tarif jasa ke Bandar Udara periode Angkatan Udara tahun 2026. Jadi potongan harga tarif tersebut berdampak langsung ya harusnya kepada penurunan harga tiket pesawat," tuturnya.

Adapun, puncak arus mudik di Bandara Ahmad Yani Semarang diprediksi akan terjadi pada H-2 Lebaran atau sekitar 19 Maret 2026 dengan jumlah penumpang diperkirakan mencapai sekitar 10.400 orang dalam satu hari tersebut. Rute favorit diprediksi masih didominasi penerbangan menuju Jakarta, Banjarmasin dan Pangkalan Bun.

"Kami bandingkan dengan angkutan Lebaran 2025. Kami bandingkan juga dengan Nataru kemarin 2025-2026 kami prediksi tetap primadonanya Jakarta itu kemungkinan sekitar plus minus 43%, Banjarmasin 20%, Pangkalan Bun sekitar 8%," ujarnya.

Salah satu warga Semarang, Heni mengaku telah membeli tiket pesawat untuk mudik lebaran dari Semarang ke Medan jauh-jauh hari . Ia, khawatir harga tiket akan melonjak naik jika membelinya terlalu mepet di Hari H Lebaran.

"Saya itu beli udah dari bulan Desember, khawatirnya harganya melambung tinggi. Soalnya dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya itu, waktu mau beli mendadak, 2 minggu mendekati Lebaran gitu, harganya sudah tinggi banget," tuturnya.

Kendati begitu, ia mengaku sedikit menyesal setelah mengetahui adanya informasi diskon tiket pesawat. Harga tiket yang kala itu ia beli di harga Rp2,8 juta, saat ini turun menjadi Rp2,3 juta.

"Dari Semarang ke Medan satu orang itu pulang balik sekitar Rp5,6 juta, ternyata beberapa minggu yang lalu pemerintah mengeluarkan kebijakan subsidi harga. Agak gela juga karena kalau didiskon lumayan, ya selisih Rp500.000," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....