Kebiasaan Mengemudi yang Bikin Konsumsi Bahan Bakar Hemat

  • 26 Feb 2026 08:45 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Musim mudik lebaran selalu identik dengan kepadatan arus lalu lintas yang ekstrem. Selain menguras energi fisik tetapi juga membuat kantong jebol akibat konsumsi bahan bakar yang melonjak drastis.

Fenomena stop-and-go saat terjebak antrean kendaraan memaksa mesin bekerja lebih keras. Namun dengan penerapan teknik mengemudi yang tepat, efisiensi bahan bakar tetap bisa terjaga meski di tengah kepadatan.

Salah satu kunci utama dalam menghemat BBM saat macet adalah menjaga ritme akselerasi secara halus. Banyak pengemudi cenderung menginjak pedal gas secara dalam saat antrean mulai bergerak sedikit, lalu mengerem mendadak saat berhenti kembali.

Kebiasaan tersebut sangat boros karena mesin membutuhkan suplai bahan bakar besar untuk mencapai putaran tinggi secara instan. Sebaiknya, biarkan mobil bergerak perlahan dengan melepas pedal rem secara bertahap (pada mobil matik) atau melepas kopling perlahan tanpa perlu menginjak gas terlalu dalam.

Menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan juga berperan vital dalam efisiensi. Dengan memberikan ruang yang cukup kendaraan memiliki kesempatan untuk melakukan engine braking atau deselerasi alami tanpa harus sering menginjak pedal rem.

Setiap kali mengerem momentum kendaraan hilang dan Anda akan membutuhkan energi (BBM) lebih banyak untuk menggerakkan mobil kembali.

Manajemen penggunaan Air Conditioner (AC) sering kali terlupakan oleh para pemudik. Saat suhu kabin sudah mulai sejuk atau ketika cuaca di luar tidak terlalu terik, turunkan level kedinginan AC ke tingkat yang moderat.

Kompresor AC yang bekerja terus-menerus pada beban maksimal akan membebani kinerja mesin, yang berujung pada konsumsi BBM yang lebih tinggi.

Jika kemacetan terpantau benar-benar total dan kendaraan tidak bergerak dalam waktu lebih dari tiga hingga lima menit, jangan ragu untuk mematikan mesin. Membiarkan mesin dalam kondisi idling (langsam) terlalu lama tetap membakar bensin tanpa menghasilkan jarak tempuh.

Terakhir, pastikan tekanan ban sudah sesuai dengan spesifikasi pabrikan sebelum berangkat mudik. Ban yang kurang angin menciptakan hambatan gulir (rolling resistance) yang lebih besar, sehingga mesin butuh tenaga lebih untuk memutar roda.

Dengan kombinasi tekanan ban yang pas dan gaya mengemudi yang sabar, perjalanan mudik Anda tidak hanya akan lebih aman, tetapi juga lebih ekonomis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....