Tanamkan Antikorupsi Lewat Seni, Pemkot Magelang Libatkan Ratusan Anak
- 17 Jul 2026 14:53 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Pemerintah Kota Magelang menyelenggarakan PUSPITA 2026 untuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada ratusan anak melalui pendekatan seni dan kreativitas.
- Wali Kota Mamar Prasetyono menekankan bahwa pembentukan karakter sejak dini dengan kejujuran sebagai fondasi utama adalah kunci membangun budaya antikorupsi yang kuat.
- PUSPITA merupakan kolaborasi antara Inspektorat Daerah, DPMP4KB, dan Forum Anak Obor Masyarakat dengan berbagai lomba meliputi mewarnai, menggambar, melukis, dan sesorah bahasa Jawa untuk semua tingkat pendidikan.
RRI.CO.ID, Kota Magelang – Pemerintah Kota Magelang mengajak ratusan anak mengenal nilai-nilai antikorupsi melalui pendekatan seni dan kreativitas dalam Pekan Unggul Seni, Pidato, dan Talenta (PUSPITA) 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan karakter jujur, disiplin, dan berintegritas sejak usia dini.
PUSPITA 2026 dibuka Wali Kota Magelang Damar Prasetyono di Gedung Wanita Kota Magelang, Kamis, 16 Juli 2026. Melalui kegiatan itu, pendidikan antikorupsi dikemas secara kreatif agar lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.
Damar Prasetyono menegaskan, membangun budaya antikorupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum. Menurutnya, pembentukan karakter sejak dini menjadi fondasi utama agar nilai integritas tertanam kuat pada generasi muda.
"Pendidikan antikorupsi harus dimulai dari pembentukan karakter, dengan kejujuran sebagai fondasi utama. Membangun budaya antikorupsi tidak cukup dilakukan melalui penegakan hukum semata, tetapi juga harus dimulai dari pendidikan karakter sejak anak-anak, agar nilai integritas menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari," kata Damar.
Ia mengatakan pendidikan antikorupsi tidak lagi harus disampaikan melalui materi yang kaku. Seni, budaya, dan kreativitas dinilai menjadi media yang efektif untuk mengenalkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas kepada anak-anak.
"Akar kejujuran adalah fondasi utama. Jujur memerlukan edukasi dan literasi. Jangan takut akan masa depan, takutlah jika kita tidak memiliki kejujuran," ujarnya.
Damar berharap PUSPITA dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai ruang bagi anak-anak mengembangkan potensi sekaligus membangun karakter. Menurutnya, kompetisi juga menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan semangat berprestasi sejak dini.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Inspektur Daerah Kota Magelang, Indah Sri Palupi, mengatakan PUSPITA tidak sekadar menjadi ajang perlombaan seni, tetapi juga media edukasi untuk menanamkan nilai-nilai integritas kepada anak-anak.
"Melalui kegiatan ini kami ingin mengenalkan nilai-nilai integritas kepada anak-anak sejak dini. Kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan sikap antikorupsi perlu ditanamkan sejak usia anak agar menjadi karakter yang melekat ketika mereka tumbuh dewasa," kata Indah.
Menurutnya, pendekatan melalui seni dipilih karena lebih mudah diterima anak-anak. Selain itu, kegiatan ini mampu mengembangkan kreativitas tanpa menghilangkan pesan moral.
PUSPITA merupakan kolaborasi Inspektorat Daerah Kota Magelang, DPMP4KB Kota Magelang, dan Forum Anak Obor Masyarakat (Obama) dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional sekaligus mendukung Program Pariwara Antikorupsi Kota Magelang. Beragam lomba digelar, mulai dari mewarnai tingkat TK, menggambar untuk siswa SD dan SMP, melukis mini kanvas bagi siswa SMP, hingga lomba sesorah atau bercerita dalam bahasa Jawa untuk tingkat SMA/sederajat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....