Hari Pertama Sekolah, Pelajar SMP di Pekalongan Langsung Dibekali Antikorupsi
- 17 Jul 2026 13:40 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Edukasi Anti Korupsi sejak dini di kabupaten Pekalongan
- Edukasi Antikorupsi Menyasar 3 SMP Selama MPLS
- Upaya memutus mata rantai korupsi
RRI.CO.ID, Pekalongan – Hari pertama masuk sekolah dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk menanamkan nilai antikorupsi kepada ratusan siswa baru tingkat SMP. Edukasi yang dikemas dalam Program Pariwara Antikorupsi itu digelar di tiga sekolah selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai upaya membangun generasi berintegritas sejak dini.
Program tersebut menyasar SMP Negeri 3 Bojong, SMP Negeri 2 Kesesi, dan SMP Negeri 1 Wonopringgo. Kegiatan merupakan kolaborasi Inspektorat Kabupaten Pekalongan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo), serta Penyuluh Antikorupsi (PAK) dalam mendukung gerakan pendidikan antikorupsi yang diinisiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Inspektur Kabupaten Pekalongan, Ali Riza, mengatakan peserta MPLS dipilih sebagai sasaran karena masa awal sekolah menjadi momentum penting untuk membentuk karakter dan integritas para siswa. "Penanaman nilai integritas sejak dini menjadi sangat penting sebagai bekal dalam kehidupan mereka ke depan," ujarnya, Jumat, 17 Juli 2026.
Menurutnya, pendidikan antikorupsi tidak cukup diberikan saat seseorang telah memasuki dunia kerja. Oleh karena itu, pembiasaan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas perlu dimulai sejak bangku sekolah.
Ali Riza menjelaskan, kegiatan di SMP Negeri 1 Wonopringgo menjadi penutup rangkaian Pariwara Antikorupsi yang sebelumnya telah digelar di SMP Negeri 2 Kesesi dan SMP Negeri 3 Bojong. Program tersebut juga didukung Peraturan Bupati Pekalongan tentang pendidikan antikorupsi sebagai landasan penguatan budaya integritas di lingkungan pendidikan.
Meski demikian, ia mengakui implementasi pendidikan antikorupsi masih menghadapi tantangan karena belum adanya kurikulum khusus. Oleh sebab itu, dibutuhkan komitmen dan kolaborasi seluruh pihak agar nilai-nilai antikorupsi dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Wonopringgo, Tri Wulin Permatasari, menyambut baik pelaksanaan edukasi tersebut. "Karakter yang baik terus kami tanamkan kepada anak-anak, termasuk nilai antikorupsi, agar mereka memahami mana yang benar dan salah sejak dini," ungkapnya.
Tri berharap edukasi antikorupsi tidak berhenti sebagai kegiatan saat MPLS semata. Akan tetapi, terus diintegrasikan dalam proses pembelajaran sehingga nilai integritas benar-benar tertanam dalam kehidupan sehari-hari para peserta didik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....