Warga Nonmuslim Tanimbar Antusias Memborong Takjil Ramadan
- 08 Mar 2026 04:05 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID, Saumlaki - Sebuah fenomena menarik sekaligus menyejukkan hati mewarnai pelaksanaan ibadah puasa di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Berbeda dengan pemandangan di kota-kota besar lainnya, geliat pasar takjil atau perburuan penganan berbuka puasa di wilayah ini justru memperlihatkan kuatnya ikatan persaudaraan antar umat beragama yang telah lama mengakar.
Mayoritas pemburu takjil yang memadati lapak-lapak pedagang di sore hari ternyata berasal dari kalangan warga non-muslim. Hal ini menunjukkan bahwa bulan suci Ramadan di Bumi Duan Lolat bukan hanya menjadi momen spiritual bagi umat Islam, melainkan juga menjadi pesta kuliner rakyat yang dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
Fenomena unik ini diakui oleh Vian, salah satu pedagang takjil yang menjajakan aneka kue dan minuman segar di pusat kota Saumlaki. Kepada RRI, Vian mengungkapkan rasa terkejut sekaligus bangganya melihat antusiasme masyarakat yang melampaui batas perbedaan keyakinan.
"Banyak yang unik di Tanimbar ini. Kalau diperhatikan, kebanyakan pemburu takjil justru teman-teman non-muslim jika dibandingkan dengan saudara-saudara kita yang muslim. Mereka datang berkelompok, terkadang sambil menyapa dan memberi semangat kepada kami yang berjualan," ujar Vian.
Tingginya minat warga non-muslim ini bukan sekadar urusan mencari camilan sore untuk teman minum teh. Kehadiran mereka di pasar-pasar kaget Ramadan merupakan potret nyata dari kerukunan umat beragama yang sangat erat di Kepulauan Tanimbar.
Lebih dari itu, aktivitas "borong takjil" ini menjadi bentuk dukungan ekonomi langsung terhadap para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk menambah penghasilan keluarga.
Salah seorang pembeli Mina warga non-muslim yang ditemui di lokasi mengaku bahwa momen Ramadan adalah saat yang paling dinantikan karena banyaknya jenis kudapan khas yang jarang ditemui di bulan-bulan biasa.
"Kami sangat senang dengan adanya pasar takjil ini. Selain kuenya enak-enak dan segar, ini juga cara kami mendukung saudara-saudara muslim yang sedang menjalankan ibadah. Inilah keindahan hidup di Tanimbar, kita saling menghargai dan mendukung satu sama lain," ungkap Mina dengan ramah.
Harmonisasi yang tercipta di pasar takjil Tanimbar ini menjadi pesan kuat bagi daerah lain tentang pentingnya menjaga toleransi. Di sini, makanan menjadi jembatan rasa yang mempererat silaturahmi, membuktikan bahwa perbedaan keyakinan justru menjadi kekayaan yang memperindah tatanan sosial masyarakat pesisir.