RRI.CO.ID, Saumlaki - Keterbatasan uang saku kerap membuat mahasiswa memilih makanan praktis yang murah dan cepat saji. Tak jarang, mi instan atau roti menjadi andalan di tengah padatnya jadwal kuliah. Padahal, pola makan seperti ini jika dibiarkan terus-menerus bisa berdampak pada kesehatan dan menurunkan konsentrasi belajar.
Asupan makanan yang seimbang terbukti berperan penting dalam menjaga konsentrasi, stamina, dan produktivitas di tengah jadwal perkuliahan yang padat seperti disampaikan Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Profesor Hardinsyah.
Selain aspek nilai gizi, Hardinsyah mengingatkan mahasiswa memilih tempat makan yang bersih dan menyajikan makanan hangat.
“Di sekitar kampus banyak pilihan. Warteg sekarang juga sudah semakin bersih. Dengan Rp10.000 sudah bisa makan,” ujarnya.
Selain itu, penggunaan tumbler untuk membawa minum serta memasak bersama di kos dinilai dapat menghemat pengeluaran.
Menurutnya, kegiatan memasak bersama juga melatih komitmen, kerja sama, dan tanggung jawab. “Masak bersama itu ada nilai kepemimpinan yang luar biasa,” katanya..