Ketua Forum Save Hutan Yamdena: Forum Lahir karena Tangisan Masyarakat Adat
- 30 Sep 2026 14:04 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID, Saumlaki : Ketua Forum Gerakan Save Hutan Yamdena Simon Lololun menyampaikan orasi di depan Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Lolonlun menegaskan, Forum Gerakan Save Hutan Yamdena lahir bukan karena titipan. Forum ini lahir karena bentuk keprihatinan, kepedulian, rasa prihatin masyarakat adat yang mereka menangis setiap saat kalau wakil rakyat tidak peduli.
"Kami sudah mendahului itu dan tidak salah hari ini kami datang bersama bertemu dengan wakil-wakil kita yang ada di sini," ucap Lolonlun.
Lebih jauh Lolonlun mengatakan, banyak yang disampaikan oleh para orator sebelumnya. Forum ini telah melakukan komunikasi, konsolidasi kemudian mengumpulkan data dan fakta di lapangan bersama masyarakat adat dan ada sejumlah persoalan yang terjadi realitas yang kemungkinan tidak diketahui Publik.
"Hari ini kami datang, kami akan sampaikan untuk Bapak Ibu. Cukup dua tiga puluh tahun sudah cukup hutan dihajar. Bicara hutan, dalam tradisi adat kalau hutannya rusak akan membawa bencana. Sepakat Bapak Ibu," terangnya.
Lolonlun menekankan pada aspirasi yang akan disampaikan, agar Anggota DPRD berkenan menerima delegasi Forum tersebut, dan akan dipaparkan data akurat serta langkah pengawasan yang dilakukan oleh wakil rakyat.
"Bapak Ibu ada banyak hal di depan mata. Sebelum perusahaan mengelola hutan wajib hukumnya untuk sosialisasi AMDAL. Bapak Ibu sudah pernah ada sosialisasi AMDAL di desa-desa? Belum. Ini kesalahan,' paparnya.
Kondisi Hutan Yamdena yang semakin terdegradasi, ungkap Lolonlun, seluruh masyarakat menggantungkan hidupnya dengan hutan saat mengais rejeki di Hutan sebagai sumber penghidupan umat manusia.
"Belum lagi ada hubungan dengan alam, akhirnya kita bilang bahwa ini musibah. Padahal terjadi hutan dihabiskan, kekeringan di mana-mana," pungkasnya.
Lolonlun menggambarkan, Ini potret kehidupan masyarakat adat yang semestinya wakil rakyat Kepulauan Tanimbar, wajib mengetahuinya, peduli dan turun melihat langsung kondisi riil. Tanpa perlu basa-basi, ketika kebijakan ini dibuat oleh manusia maka kebijakan itu bisa dicabut.
"Kenapa kami datang bersama dengan para pastor, ada yang tersenyum pasti ada yang bertanya, Bapak Pastor lagi, para pastor datang lagi. Kita akan dengar sedikit tentang kehadiran gereja. Dunia sudah luas, dunia sudah canggih, kita semua bisa mengetahui yang namanya Ensiklik Laudato Si'. Suara gereja ini setiap saat disampaikan," ujarn
Dirinya minta Pihak DPRD menyikapi serius tuntutan ini, dan mendengarkan Perjuangan Gereja, oleh Para Imam yang menyampaikan tentang Pentingnya nilai Ekologis, sebuah pandangan yang patut disimak bersama dan menjadi roh gerakan Forum orum Gerakan Save Hutan Yamdena untuk meghentikan pengrusakan Hutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....