Tanah dan Perempuan adalah Harta Leluhur Proyek Gas Abadi

  • 02 Mei 2026 17:33 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID, Saumlaki - ‎Komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk mengawal dan menyukseskan Proyek Strategis Nasional Lapangan Gas Abadi Blok Masela ditegaskan langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Chatarina Ratuanak.

‎Penegasan itu disampaikan Wabup Juliana saat memberikan sambutan mewakili Pemerintah Daerah dalam Rapat Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Pengelola Keamanan Proyek Lapangan Gas Abadi, Wilayah Kerja Masela, Rabu 29 April 2026. Forum berlangsung di Ruang Rapat Vila Bukit Indah Saumlaki.

‎Mengawali sambutannya, dr. Juliana mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mencermati dan menindaklanjuti bersama apa yang telah direncanakan. “Yang pertama, bahwa apa yang sudah dijadwalkan dan direncanakan mulai dari pusat, provinsi, dan daerah sejak rapat-rapat awal itu sudah berjalan.

‎Wabup mengakui dinamika di lapangan tak terhindarkan. “Tidak jarang ada masalah di lapangan, dan masalah itu kami hadapi langsung dengan tim keamanan. Dan ini kami mengkoordinasi dengan pihak INPEX dengan sangat baik, dan apa yang kemudian disepakati di akar rumput, ini juga menjadi perhatian.

‎"Atas sinergi tersebut, dr. Juliana menyampaikan apresiasi. “Sekali lagi, terima kasih kepada pihak INPEX, pihak keamanan, dan semua pihak yang telah berjuang bersama untuk menatalayani dan menatalaksanakan semua proses yang akan direncanakan,"tegas Ratuanak.

‎dr. Juliana menekankan tujuan utama dari pembangunan, termasuk Proyek Gas Abadi Blok Masela. “Kita sepakat dan kita mau bersama bahwa membangun negeri ini, membangun Indonesia. Dari sudut manapun adalah bagian yang menyejahterakan masyarakat. Dan itu menjadi dambaan cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia.

‎Ia kemudian mengangkat nilai filosofis tanah bagi masyarakat Tanimbar, Leluhur Tanimbar datang ke sini mempertahankan daerah ini, ratusan bahkan mungkin ribuan tahun. Dengan darah, keringat, air mata, ada generasi yang hilang. Kalau mau baca ceritanya. Dan mereka pertahankan jengkal demi jengkal itu dengan cerita. Perempuan adalah harta, tanah adalah harta. Sehingga saat tanah dikorek, mereka baku bunuh. Bapak Kapolres pusing betul ya pak. Saat perempuan diobok-obok, baku bunuh.

‎Kita berharap tidak demikian. Saya sebagai perempuan, saya ada. Dan sebagai pemimpin, saya ada untuk menetralisir keadaan. Jangan terabaikan, katanya.

‎dr. Juliana menyinggung persepsi masyarakat terkait kompensasi lahan. Ia meluruskan istilah, ganti untung yang berkembang di masyarakat. Jawa Barat, Jakarta ke Jawa Barat, tidak memberikan dampak yang terlalu besar, bahkan memiliki hutang di luar negeri ini, dan itu ganti untung, itu kata masyarakat Tanimbar. Itu ganti untung, mereka berpegang dengan kebijakan Pak Jokowi dan tim.

‎Ini bukan demikian pak, ada kewajaran demi menutupi asa mereka, demi apa yang leluhurnya tinggalkan, ini sebuah penghargaan. Ini bagus sekali, kami hargai sekali, dan kami jadi penuh, pasang badan, katanya.

‎dr. Juliana meminta agar seluruh rentetan masalah lahan diselesaikan tuntas melalui pendekatan kearifan lokal. Nah, rentetan masalah mulai dari Nustual, rentetan masalah sampai ke atas Yamdena, rentetan masalah yang sudah diselesaikan itu yang lain harus dituntaskan.

‎Kita masuk lewat kearifan lokal mereka, mereka akan sangat menghargai kita. Jadi Nustual dituntaskan, yang lain dituntaskan sehingga waktu kita maju, kita berjalannya mudah, bukan dengan satu mencuri dari yang lain. Ini sangat penting, katanya.

‎Menutup sambutannya, Wabup Juliana menegaskan kembali posisi Pemkab Tanimbar. Ini program nasional dan wajib hukumnya, kita dukung, kita lakukan untuk bisa mulai dari proses awal peletakan batu pertama, mau dengan kearifan lokal, dengan cara yang bersih atau dengan lain, ini dikawal sampai bisa jadi baik.

‎Ia mengungkapkan arahan langsung dari Gubernur Maluku. Kemarin Gubernur menelepon saya sudah memberikan tugas lagi buat saya, ‘Ibu, dijadwalkan dan turutin jadwalnya, kita sama-sama bangun Maluku’. Siap pak dan kami akan rapat bersama. Pak Bupati baru akan tiba mungkin hari esok. Saya akan laporkan tentang apa yang sudah kita lakukan.

‎dr. Juliana memastikan kesiapan Pemda Tanimbar. Dalam proses perjalanan ini jangan sampai apa yang kita sudah buat sama-sama, sudah dinetralisir, itu kemudian lagi menjadi masalah baru karena ada yang masih ribut. Dari pihak pemerintah, kami siap apapun, dan bagaimanapun persoalannya mari kita lakukan sama-sama.

‎Forum Komunikasi ini menjadi penegas bahwa pengamanan Proyek Gas Abadi Blok Masela bukan hanya tugas INPEX dan SKK Migas, tetapi tanggung jawab bersama. Dengan mengedepankan kearifan lokal Tanimbar dan sinergi Forkopimda, Pemda, serta pusat, proyek triliunan rupiah ini diharapkan berjalan lancar dan benar-benar menyejahterakan masyarakat Duan Lolat.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....