Potensi Ekonomi Kreatif Kain Tenun Tanimbar Dorong Kesejahteraan Pengrajin Loka

  • 15 Sep 2026 08:09 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID, Saumlaki - Keberadaan kerajinan tenun ikat khas Kepulauan Tanimbar, Maluku, terus membuktikan peran strategisnya sebagai pilar pelestari budaya sekaligus penopang ekonomi masyarakat. Perajin muda asal Tanimbar, Ida Jeni Marsela, membagikan pengalamannya mengenai potensi besar ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal yang saat ini ia geluti.

Ida mengungkapkan bahwa mahir menenun merupakan keahlian warisan yang ia dapatkan secara turun-temurun dari keluarganya. Kini, ia secara rutin memproduksi berbagai produk olahan kain tenun berdasarkan pesanan, termasuk dari Koperasi Umum Saumlaki. Di antaranya berupa barang perlengkapan rumah tangga seperti tempat tisu, penutup gelas, hingga sarung botol air mineral.

Menurutnya, kekayaan motif tenun khas Tanimbar tersebar pesat di berbagai wilayah kecamatan. Berdasarkan data yang ia ketahui, terdapat sedikitnya 46 motif tenun Tanimbar yang telah diuji dan resmi terdaftar Hak Ciptanya. Salah satu wilayah penyumbang ragam hias khas adalah Kecamatan Selaru yang memiliki motif ikonik seperti doloisi dan sair.

Kreativitas para perajin lokal pun kini kian berkembang pesat. Selain diproduksi sebagai bahan busana utama, satu lembar kain tenun Tanimbar dapat diolah secara fleksibel menjadi aneka produk turunan yang bernilai jual tinggi, mulai dari tas, sepatu, hingga perlengkapan interior seperti penutup dan sandaran sofa.

Mengenai harga jual, nilai produk kerajinan olahan tenun ini dipatok berdasarkan paket dan kelengkapan barang yang dipesan:

Paket Perlengkapan Meja Makan/Tamu: Dipasarkan seharga Rp1.000.000 per paket kerajinan Indikraf, yang terdiri dari 1 buah tempat tisu, 12 buah penutup gelas, dan 12 buah sarung botol air mineral.

Paket Perlengkapan Ruang Keluarga: Dipasarkan seharga Rp1.500.000 per paket perlengkapan interior rumah tangga, yang mencakup penutup sofa, sandaran bantal sofa, serta taplak meja.

Inovasi dan diversifikasi produk tenun tradisional ini diharapkan terus berkembang, sehingga mampu menembus pasar yang lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan para perajin di Kepulauan Tanimbar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....