Berbagi Kasih di Panti Asuhan ALMA Menjala Harapan Bersama Kristus di Olilit Barat

  • 07 Sep 2026 22:11 WIB
  •  Saumlaki

‎RRI.CO.ID, Saumlaki - ‎ Di tengah nuansa iman yang mendalam, Gereja Katolik memperingati Santo Gregorius Agung, sosok Paus yang dikenal sebagai Servus Servorum Dei (Hamba dari Hamba-hamba Allah) karena cinta-Nya yang sangat besar kepada kaum miskin dan menderita.

‎Semangat pelayanan ini menyatu indah dengan Doa Novena Hari Kedua kepada Malaikat Agung Santo Rafael, sang penyembuh dan pendamping perjalanan, serta permenungan Injil tentang Menjala Bersama Kristus (Lukas 5:1-11) yang dihidupi oleh umat di Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Olilit Barat, Kamis, 3 September 2026.

‎RD. Ponsianus Ongirwalu, Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat, mengatakan, di mata dunia, anak-anak Panti Asuhan ALMA mungkin terlihat memiliki keterbatasan, mengalami disabilitas, tidak lagi memiliki bapak dan mama, serta kehilangan kasih sayang keluarga kandung.

Namun, di hadapan Kristus dan dalam peristiwa iman ini, mereka menyampaikan refleksi yang menyentuh hati.

"Bukan korban, melainkan majikan kasih. Moto para Suster ALMA yang menempatkan anak-anak ini sebagai majikan mengembalikan martabat mereka yang utuh. Lewat keterbatasan fisik dan kerapuhan hidup, anak-anak ini sebenarnya menjadi jalan keselamatan bagi umat lain untuk belajar mencintai tanpa syarat," katanya.

‎‎Beliau menambahkan bahwa anak-anak ini juga mengajarkan umat untuk terus menebar jala iman di tengah berbagai tantangan hidup.

"Seperti Simon Petrus yang letih setelah semalam suntuk tidak mendapat apa-apa namun tetap bertolak ke tempat yang dalam (duc in altum), anak-anak ini mengajarkan kita untuk tidak menyerah pada keterbatasan hidup. Kehadiran mereka di gereja hari ini adalah bentuk ‘jala’ doa yang mereka tebarkan bagi seluruh umat Paroki Olit Barat," terangnya.‎

Bagi para Suster ALMA dan para pembina yang setiap hari bertindak sebagai tangan dan kaki Kristus, pelayanan ini dijalani dengan penuh kesetiaan. Harapan terbesar mereka bukanlah penghargaan duniawi, melainkan pemenuhan kebutuhan dasar, seperti makan, minum, dan pendidikan yang layak, agar anak-anak tersebut dapat tumbuh mandiri sesuai dengan potensi unik masing-masing.

Dukungan yang mengalir dari lingkungan sekitar menjadi penyemangat tersendiri bagi para pengasuh. Bantuan yang diserahkan seusai Misa Novena Santo Rafael menegaskan bahwa perjalanan merawat anak-anak ini dipikul bersama oleh seluruh jemaat sebagai satu tubuh Kristus.

‎ Penyerahan bantuan kasih dan dana pendidikan seusai Misa Novena Santo Rafael menjadi bukti nyata dari ajaran Injil yang dihidupi secara konkret oleh Gereja lokal.

"Menjala bersama Kristus berarti bertindak melampaui kata-kata. Pastor paroki dan umat diajak untuk menjadikan gereja sebagai rumah aman di mana Santo Rafael (Obat Allah) benar-benar hadir menyembuhkan luka batin dan sosial anak-anak panti," ucapnya.

Langkah ini juga dipandang sebagai bentuk investasi iman untuk membangun masa depan anak-anak panti secara bermartabat melalui jalur pendidikan.

Peringatan Santo Gregorius Agung dan Novena Santo Rafael hari ini menegaskan bahwa gereja yang hidup adalah gereja yang mau bertolak ke tempat yang dalam, menjangkau mereka yang tersingkirkan, melayani anak-anak ALMA sebagai majikan kasih, dan membagikan roti serta harapan bagi sesama.

Pastor Ongirwalu menutup permenungan dengan ungkapan syukur khas daerah, RATU NORKIT MONUK DEDESAR. UBILAA NORANG ITA DIDTINEMUN. KIDABELA. SYALOM- SALVE.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....