WKRI HKY Olilit Barat Menyalakan Harapan lewat Aksi Kasih

  • 21 Jun 2026 09:36 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID, Saumlaki - ‎Perayaan Hari Ulang Tahun ke-102 Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Hati Kudus Yesus (HKY) Olilit Barat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Di balik rangkaian kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 20 Juni 2026, terselip pesan kuat tentang iman yang diwujudkan melalui pelayanan, kepedulian sosial, dan kebersamaan.

‎Sejak pagi, suasana penuh sukacita terasa melalui kegiatan jalan sehat, senam bersama, pemberian makanan tambahan bagi anak-anak stunting, berbagi kasih kepada para lanjut usia (lansia), hingga nonton bareng Piala Dunia 2026. Seluruh rangkaian kegiatan menjadi gambaran nyata bahwa iman tidak hanya dihayati dalam doa, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan yang menyentuh kehidupan sesama.

‎Pastor Paroki Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat, RD Ponsianus Ongirwalu, yang juga Penasehat Rohani WKRI Cabang HKY Olilit Barat, memberikan apresiasi atas semangat pelayanan yang ditunjukkan para pengurus dan anggota WKRI.

‎Membaca dan melihat dinamika kegiatan hari ini, hati saya dipenuhi rasa bangga. Ibu-ibu WKRI Cabang Hati Kudus Yesus Olilit Barat telah menerjemahkan tema ‘Berjalan bersama dalam pengharapan mewujudkan kesehatan perempuan dan anak’ menjadi sebuah liturgi yang hidup di tengah masyarakat, katanya.

‎Menurutnya, usia 102 tahun menjadi momentum untuk mempertegas kembali identitas WKRI sebagai organisasi yang tidak hanya hadir dalam kegiatan gerejawi, tetapi juga menjadi kekuatan sosial yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, terutama kelompok rentan.

‎Bagi Dewan Pengurus Cabang WKRI HKY Olilit Barat, tema Berjalan Bersama dalam Pengharapan, bukan sekadar slogan organisasi, melainkan panggilan untuk bertindak nyata.

‎Pengurus menilai, perhatian kepada anak-anak stunting merupakan investasi kemanusiaan sekaligus investasi iman. Sementara kepedulian kepada para lansia menjadi bentuk penghormatan kepada generasi yang telah mewariskan iman dan nilai kehidupan kepada generasi penerus.

‎Berjalan bersama dalam pengharapan bukanlah sekadar slogan bagi kami, melainkan sebuah panggilan tindakan nyata, hal tersebut diungkap perwakilan Dewan Pengurus Cabang WKRI HKY Olilit Barat.

‎Bagi mereka, kesehatan, kepedulian sosial, dan persaudaraan merupakan tiga unsur yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan umat beriman.

‎ ‎Kegiatan nonton bareng pertandingan Piala Dunia 2026 antara Brasil dan Haiti menjadi penutup yang menghadirkan suasana penuh keakraban.

‎Di balik layar pertandingan sepak bola itu, tersimpan makna persaudaraan yang melampaui usia, jabatan, maupun latar belakang. Anak-anak, lansia, pengurus WKRI, hingga umat paroki duduk bersama menikmati momen kebersamaan.

‎Para lansia mengaku merasakan perhatian yang tulus dari WKRI.

‎Kami merasa sangat dihargai dan dicintai hari ini. Di usia senja kami, perhatian dari ibu-ibu WKRI bagaikan sapaan lembut dari Tuhan sendiri. Kami tidak hanya diberi bantuan fisik, tetapi juga diajak berkumpul dan merasakan sukacita bersama,” ungkap salah seorang lansia.

‎Hal senada disampaikan orang tua dari anak-anak penerima bantuan makanan tambahan. Melihat anak-anak kami tersenyum menerima makanan tambahan, ada secercah harapan besar di hati kami. Terima kasih kepada WKRI yang telah peduli terhadap tumbuh kembang anak-anak kami. Semoga WKRI semakin jaya.‎

‎Dalam refleksi pastoralnya, RD Ponsianus Ongirwalu mengingatkan bahwa pelayanan kepada anak-anak stunting maupun para lansia tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial.

‎Memberi makanan tambahan bagi anak stunting dan memperhatikan lansia jangan hanya menjadi aksi satu hari karena ulang tahun. Jadikan ini sebagai spiritualitas hidup. Seperti Hati Kudus Yesus yang selalu terbuka dan berbelas kasih, biarlah rahim WKRI selalu melahirkan kepedulian yang berkelanjutan, katanya.

‎Ia juga mengajak seluruh anggota WKRI belajar dari semangat kerja sama yang ditunjukkan dalam pertandingan sepak bola. Di lapangan bola kita melihat kerja sama tim, sportivitas, daya juang, dan strategi. Begitu pula dalam berorganisasi di WKRI. Singkirkan ego sektoral, operlah bola pelayanan dengan baik antar-pengurus, dan cetaklah gol-gol kebaikan demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar, katanya.

‎Menurut RD Ponsianus Ongirwalu, kegembiraan yang tercipta melalui kegiatan nonton bareng juga menunjukkan bahwa kehidupan menggereja dapat dikemas secara hangat, inklusif, dan membangun persaudaraan.

‎Kegembiraan nonton bareng pagi ini membuktikan bahwa iman Katolik itu tidak kaku. Iman kita hidup, merakyat, dan penuh sukacita. Bawalah kegembiraan itu ke dalam rumah tangga dan lingkungan kita masing-masing, katanya.

‎ ‎Menutup refleksinya, RD Ponsianus Ongirwalu mengajak seluruh pengurus dan anggota WKRI untuk terus menjadi garam dan terang bagi masyarakat melalui pelayanan yang tulus, rendah hati, dan berkelanjutan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....