Tunda, Rencana Aksi Unjuk Rasa Boikot Blok Masela
- 05 Mar 2026 18:05 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID, Saumlaki - Tiga Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) masing-masing Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Aliansi Tanimbar Raya (Altar) dan Forum Cinta Bumi Tanimbar (FCBT). Akhirnya menunda aksi Unjuk Rasa, memboikot Blok Masela, yang telah diagendakan sebelumnya.
Penundaan ini disampaikan di depan Mako Polres Kepulauan Tanimbar. Di hadapan sejumlah Wartawan yang hadir.
Mengawalinya, Ketua KNPI Kabupaten Kepulauan Tanimbar Alex Belay mengagungkan, penundaan aksi Unjuk rasa ini didasarkan pada berbagai pertimbangan. Salah satunya, sebagai bentuk penghormatan atas moment Minggu Tenang Paskah, juga awal Bulan Suci Ramadhan.
Karena itu pihaknya akhirnya menyepakati keputusan penundaan sementara. Hingga moment- moment penting ini dinyatakan telah final.
"Saya bersyukur, bahwa sinergitas yang terjalin selama ini berjalan optimal, sehingga kami putuskan untuk menunda aksi kami sebagai wujud toleransi antar umat beragama, ungkapnya.
Hal senada juga datang dari Andreas Luturmas, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Altar. Menurutnya, pihaknya tetap komitmen memperjuangkan hak masyarakat terkait pengelolaan Blok Masela di Bumi Tanimbar.
"Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan, bahwa kami terdiri dari 3 gerbong yang telah memutuskan aksi ini ditunda hingga momentum keagamaan berakhir. Namun tidak berarti perjuangan usai. Kami akan terus berjuang demi Aspirasi masyarakat tersebut," ucapnya.
Lebih lanjut kata dia, pihaknya akan tetap mengedepankan sikap saling menghargai dan menghormati nilai toleransi.Perjuangan Akan terus dgelorakan sebagai bukti Komitmen bersama.
Pernyataan penundaan ini berjalan aman dan lancar. Tanpa hambatan berarti,Certa situasi keamanan tetap kondusif.
Sementara itu pihak SKK Migas Papua-Maluku ( Pamalu) Eko saat dihubungi rr.co.id mengakui jika baru mendengar ada Rencana aksi unjuk rasa. Boikot Proyek Strategis Nasional INPEX Masela.
Meski begitu, pihak ESDM dalam arahannya, SKK Migas tak boleh mengeluarkan pernyataan apa pun karena SKK Migas tak memiliki kewenangan.
Dilain pihak Eko secara pribadi berpendapat, jika aksi unjuk rasa merupakan ruang untuk menyampaikan aspirasi. Namun pihak SKK Migas pun tak tahu ke mana arah tuntutannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....