Tradisi Bakar Batu, Warisan Luhur di Kepulauan Tanimbar

  • 07 Okt 2026 12:40 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID, Saumlaki - Tradisi Bakar Batu bukan sekadar kegiatan biasa, melainkan satu di antara warisan budaya yang paling berharga dan tetap dijaga dengan baik di seluruh wilayah Kepulauan Tanimbar. Tradisi ini bukan milik masa lalu semata, melainkan jati diri yang terus dihidupkan dari generasi ke generasi sebagai tanda syukur, kebersamaan, dan ikatan persaudaraan yang tak terputus.

Diki, salah seorang pemuda yang tinggal di Kota Saumlaki, menyampaikan perasaannya dengan tulus saat berbicara tentang keindahan tradisi ini. “Kami melihat tradisi Bakar Batu ini dilakukan oleh orang-orang tua kami sejak dulu, seperti yang telah dilakukan oleh nenek moyang kita turun-temurun. Kemudian kami sebagai anak-anak ikut serta, belajar langsung, dan merasakan kehangatan kebersamaan di dalamnya,” ujarnya.

Menurut Diki, keikutsertaannya bukan sekadar hadir, melainkan sebuah kebanggaan — karena melalui tradisi inilah ia mengenal lebih dekat nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh para leluhur. “Kami turut bersama, merasakan bagaimana sesepuh kita melakukannya dengan penuh kesungguhan dan rasa syukur, sehingga kami pun paham bahwa ini bukan sekadar adat, melainkan warisan yang harus dijaga,” tambahnya.

Kepada generasi muda yang kini mulai tumbuh dan berkembang, Diki menyampaikan pesan yang tulus agar tradisi ini tidak pudar ditelan waktu. “Saya berpesan kepada seluruh anak-anak muda di Tanimbar, mari kita laksanakan tradisi Bakar Batu ini lebih sering. Jangan biarkan tradisi ini hilang dari ingatan kita. Semakin sering kita melakukannya, semakin kita mengenal dan memahami ajaran serta kehidupan para tete dan nenek moyang kita yang telah mendahului,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa memahami tradisi berarti mencintai identitas diri sendiri. “Dengan ikut serta, kita tidak sekadar mengikuti kegiatan, tetapi belajar menghargai tanah air kita, menghormati leluhur, dan mempererat persaudaraan sesama anak Tanimbar. Inilah cara terbaik kita menjaga warisan ini tetap hidup, tetap terjaga, dan tetap dikenal oleh anak cucu kita kelak,” tutup Diki dengan harapan yang indah.

Tradisi Bakar Batu di Kepulauan Tanimbar menjadi bukti bahwa budaya leluhur tidak hanya disimpan dalam cerita, tetapi dijalani, dirasakan, dan diwariskan dengan penuh cinta oleh setiap generasi. Semangat ini pulalah yang akan menjaga kebersamaan masyarakat Tanimbar tetap kokoh, damai, dan bersatu selamanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....