Menjaga Nafas Tradisi Berbalas Pantun Tanimbar yang Mulai Redup

  • 08 Mar 2026 04:24 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID, Saumlaki - Di balik deru ombak Kepulauan Tanimbar, terdapat sebuah warisan lisan yang kini sedang berjuang melawan waktu. Pantun, yang selama berabad-abad menjadi nyanyian adat dan bahasa jiwa masyarakat Tanimbar, dikabarkan mulai kehilangan tempat di hati generasi muda.

Keprihatinan mendalam ini diungkapkan oleh Ibu Ema, seorang warga lokal yang masih setia menjaga ingatan kolektif tentang budaya leluhur. Saat ditemui oleh rri.co.id pada Jumat (6/3/2026), ia membagikan keresahannya mengenai pergeseran nilai budaya yang terjadi begitu cepat di tanah Tanimbar.

Ibu Ema menilai bahwa pesatnya perkembangan teknologi dan gaya hidup modern menjadi pemicu utama lunturnya minat anak muda terhadap seni berbalas pantun. Keberadaan gawai dan arus informasi global perlahan menggeser kebiasaan berkumpul secara komunal yang dulu menjadi ruang tumbuh bagi tradisi ini.

"Dahulu, waktu kami masih muda, setiap hari Minggu kami berkumpul untuk menyanyi dan berbalas pantun. Itu sudah menjadi kebiasaan rutin yang mempererat persaudaraan antar warga," kenang Ibu Ema dengan tatapan menerawang ke masa lalu.

Kini, pemandangan indah tersebut kian langka ditemui. Jika dahulu pantun bergema setiap pekan, saat ini tradisi tersebut hanya muncul di momen-momen tertentu saja. Ritual berbalas pantun seolah hanya menjadi penghias acara formal, seperti pada perayaan Hari Raya Tiga Raja atau upacara adat yang bersifat seremonial.

Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa pantun Tanimbar kelak hanya akan menjadi catatan sejarah dalam buku. Ibu Ema berharap ada upaya nyata dari berbagai pihak untuk terus memperkenalkan dan mewariskan nilai-nilai luhur ini kepada generasi penerus.

Baginya, pantun bukan sekadar susunan kata indah, melainkan identitas yang mendefinisikan siapa mereka sebagai orang Tanimbar. Tanpa upaya pelestarian yang sistematis, warisan leluhur ini terancam hilang ditelan zaman, menyisakan kesunyian di tengah budaya yang seharusnya tetap bernyanyi.

Rekomendasi Berita