Curah Hujan Tinggi di Saumlaki: Petani Sayur Gagal Panen

  • 13 Mei 2026 08:53 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID, Saumlaki - Intensitas curah hujan yang tinggi di wilayah Saumlaki belakangan ini membawa dampak berat bagi para petani lokal. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan kerusakan pada tanaman hortikultura, yang berujung pada merosotnya pasokan sayur-mayur di pasaran.

Ibu Debora, salah satu petani di Saumlaki, menuturkan bahwa kebun sayurnya rusak parah akibat terendam air hujan yang terus-menerus. Kondisi ini membuat sayuran membusuk sebelum sempat dipanen, sehingga kerugian tak dapat dihindari.

"Curah hujan yang terlalu tinggi membuat sayur yang saya tanam rusak semua. Kami tidak punya pilihan selain menjual apa yang tersisa," ungkap Ibu Debora dengan nada prihatin.

Di tengah kegagalan panen sayur, Ibu Debora dan petani lainnya kini lebih mengandalkan penjualan pisang sebagai sumber penghasilan utama. Pisang dinilai lebih tahan terhadap cuaca buruk dibandingkan tanaman sayuran yang cenderung rentan.

Bagi Ibu Debora, bertahan di tengah sulitnya cuaca bukan sekadar soal mengisi perut, melainkan demi masa depan buah hatinya. Ia mengungkapkan bahwa setiap rupiah yang didapat dari berjualan pisang dikumpulkan dengan teliti untuk membiayai pendidikan anaknya.

"Sekarang kami kebanyakan hanya bisa jual pisang karena sayur sudah rusak. Hasil penjualan ini sangat penting, karena saya harus mengirim uang untuk membantu biaya kos dan kuliah anak saya di Ambon," jelasnya.

Kisah Ibu Debora merupakan gambaran kecil dari perjuangan para petani di Saumlaki yang harus berhadapan dengan ketidakpastian iklim. Mereka berharap cuaca segera membaik agar aktivitas pertanian bisa kembali normal, sehingga beban ekonomi keluarga, terutama untuk biaya pendidikan anak, dapat teringat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....