Mengenal Makanan Khas Ubi Hasil Kebun Masyarakat Kepulauan Tanimbar
- 13 Feb 2026 18:06 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID, Saumlaki- Memasuki musim penghujan, masyarakat di Kepulauan Tanimbar mulai menghidupkan kembali tradisi Nsyal Kebun. Tradisi ini merupakan aktivitas menanam umbi-umbian secara bersama-sama yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Ibu Ema, salah seorang petani setempat, menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi menjadi momentum penting bagi petani. "Pada musim hujan ini, kami harus segera melakukan Nsyal Kebun agar tanaman mendapatkan air yang cukup sehingga nantinya bisa memanen hasil yang melimpah," ujarnya.
Sebelum menanam, para ibu biasanya melakukan persiapan bibit yang disebut Npinge. Ubi-ubi yang akan ditanam dipotong menjadi ukuran kecil. Teknik ini dilakukan bukan tanpa alasan; tujuannya agar jumlah bibit ubi yang tersedia mencukupi untuk ditanam di seluruh area lahan yang ada.
Keunikan dari Nsyal Kebun adalah pembagian kerja yang sangat rapi antara laki-laki dan perempuan. Ibu Ema menceritakan bahwa sebelum memulai pekerjaan, pemilik kebun akan memasak hidangan dalam porsi besar untuk menjamu para kerabat yang membantu.
"Kami biasanya mengundang empat atau lima orang laki-laki. Mereka bertugas membuat lubang tanam di tanah menggunakan alat dari kayu yang sudah disiapkan. Setelah lubang tersedia, baru kami para ibu-ibu yang langsung menanam bibit ubi ke dalamnya," tambah Ibu Ema.
Siklus pertanian ini terus berlanjut sepanjang tahun. Setelah proses tanam selesai, para petani akan merawat kebun mereka hingga saat yang dinanti tiba. "Nanti ketika bulan Agustus tiba, barulah kami mulai mengambil atau memanen hasil dari kebun baru tersebut," pungkasnya.