Karhutla Mereda, Kekeringan Masih Jadi Fokus Pemerintah Sanggau
- 29 Sep 2026 21:18 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau - Dampak kekeringan di Kabupaten Sanggau berpotensi berlanjut ke sektor pertanian meskipun kondisi kebakaran hutan dan lahan mulai mereda. Penelaah Teknis Kebijakan BPBD Sanggau, Apriati, menyebut petani dan peladang tradisional menjadi salah satu kelompok yang perlu diperhatikan dalam masa transisi darurat menuju pemulihan.
Menurutnya, rendahnya frekuensi hujan membuat sumber air untuk pertanian masih berpotensi terganggu. Kondisi tersebut dapat memengaruhi petani yang menggunakan sistem pengairan maupun peladang yang mengandalkan kondisi alam.
“Jadi memang saat ini dinas terkait bisa mendata petani-petani yang kemungkinan-kemungkinan daerah yang kedepannya akan gagal panen, karena meski intensitas hujan (di Sanggau) sedang tapi tingkat seringnya hujan itu memang rendah,” ujar Apriati dalam Obrolan Kentongan di RRI Sanggau, Selasa 29 September 2026.
Apriati mengatakan, gangguan sumber air dapat berdampak pada peladang maupun petani yang menggunakan pengairan sawah. Pendataan wilayah pertanian yang berpotensi terdampak menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam proses pemulihan.
“Jadi kemungkinan peladang baik yang peladang petani peladang yang menggunakan tanam menyarang ataupun petani peladang yang menggunakan pengairan sawah, kemungkinan sumber-sumber air berpotensi masih terganggu,” katanya.
Kondisi tersebut juga berkaitan dengan kegiatan penanaman yang belum dilakukan sebagian petani. Apriati mengatakan kondisi kemarau menjadi pertimbangan karena benih yang ditanam dalam kondisi kekeringan tidak dapat tumbuh secara maksimal.
“Walaupun kita bisa bakar tapi saat ini beberapa memang belum melakukan penanaman padi, penaburan benih karena memang kondisi jika ditabur pun dalam kondisi kemarau saat ini itu tidak akan tumbuh dengan baik dan maksimal,” ungkapnya.
Selain mengancam hasil pertanian, kekeringan juga membuat ketersediaan air di sejumlah wilayah menjadi persoalan, termasuk saat penanganan karhutla ketika beberapa sumber air dan sumur sempat mengering. Apriati menyebut kondisi kekeringan tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027 sehingga dampaknya terhadap sektor pertanian perlu diantisipasi dalam proses pemulihan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....