Karhutla Tinggalkan Dampak Panjang, BPBD Sanggau Fokus Pulihkan di Tiga Sektor

  • 29 Sep 2026 21:02 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Sebanyak 1.141 penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terdata di 15 kecamatan Kabupaten Sanggau selama masa darurat asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Data tersebut menjadi salah satu perhatian dalam masa transisi dari penanganan darurat menuju tahap pemulihan.

Penelaah Teknis Kebijakan BPBD Kabupaten Sanggau, Apriati, mengatakan pemulihan kesehatan menjadi salah satu dari tiga fokus penanganan setelah masa darurat karhutla. Dua fokus lainnya yakni pemulihan lingkungan dan pemulihan ekonomi masyarakat.

“Di kondisi pemulihan ini kita fokusnya itu adalah pemulihan kesehatan bagi masyarakat yang dibantu oleh Satgas Kesehatan dikepalai oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, dari masa darurat asap tercatat bahwa data penderita ISPA Kabupaten Sanggau memang meningkat ya, 1.141 penderita ISPA yang terdata di lima belas kecamatan Kabupaten Sanggau,” ujar Apriati dalam Obrolan Kentongan di RRI Sanggau, Selasa 29 September 2026.

Ia menjelaskan, data tersebut menunjukkan dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kebakaran lahan dan kabut asap, tetapi juga kondisi kesehatan masyarakat. Penanganan pada masa pemulihan tetap melibatkan Satgas Kesehatan yang dikepalai Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau.

Selain kesehatan, BPBD juga melakukan pemulihan lingkungan melalui sejumlah upaya untuk menjaga kondisi lahan dan ketersediaan air. Apriati menyebut pembuatan embung air dan sekat kanal pada lahan gambut menjadi bagian dari upaya tersebut.

“Pemulihan lingkungan ini kita bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan di sekitar ya pembuatan embung air dan sekat kanal bagi lahan gambut agar tetap basah,” katanya.

Karhutla, ia menambahkan, juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat selama bencana berlangsung. Kondisi tersebut membuat pemulihan ekonomi turut menjadi fokus dalam peralihan dari masa darurat menuju pemulihan.

“Jadi ketika bencana kebakaran hutan dan lahan melanda Kabupaten Sanggau memang kita rasakan bahwa secara ekonomi juga masyarakat terganggu, itu juga yang menjadi fokus kami dari darurat ke pemulihan,” ungkapnya.

Apriati mengatakan, masa transisi tersebut menjadi tahap untuk menangani dampak yang masih dirasakan masyarakat setelah kondisi darurat. Ia menegaskan, pihaknya memfokuskan pemulihan pada tiga sektor, yakni kesehatan, lingkungan, dan ekonomi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....