Pembakaran Lahan Masyarakat Dinilai Masih Terkendali
- 24 Sep 2026 20:58 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau – Aktivitas masyarakat yang melakukan pembakaran lahan untuk kebutuhan pertanian dinilai masih dalam kondisi terkendali. Ketua Kreasi Sungai Putat, Syamhudi, mengatakan masyarakat pada umumnya memahami aturan dan batasan dalam melakukan pembakaran lahan.
“Kalau masyarakat yang membakar untuk membuka lahan, sebenarnya masih sangat terkendali karena mereka mengikuti aturan, termasuk terkait luasan lahan yang boleh dibakar,” ujar Ketua Kreasi Sungai Putat, Syamhudi dalam Dialog Sanggau Menyapa, Kamis 24 September 2026.
Ia menjelaskan, persoalan yang perlu menjadi perhatian adalah tindakan oknum yang melakukan pembakaran secara tidak terkendali. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko api meluas dan menyebabkan kebakaran lahan yang sulit ditangani.
“Yang menjadi masalah itu oknum yang membakar lahan tidak terkendali, sehingga apinya bisa menyebar dan akhirnya menimbulkan persoalan. Karena itu, pengawasan dan edukasi kepada masyarakat tetap diperlukan agar aktivitas pembukaan lahan tidak berkembang menjadi kebakaran,” katanya.
Syamhudi menilai masyarakat yang selama ini mengikuti aturan perlu tetap diberikan ruang untuk mengelola lahannya sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah dan pihak terkait juga perlu memberikan pemahaman mengenai tata cara pembakaran terkendali dan langkah pencegahan agar api tidak merambat.
“Masyarakat sebenarnya patuh dengan aturan, mereka tahu ada batasan luasan dan ketentuan lainnya, jadi jangan sampai semua masyarakat dianggap sama. Saya berharap pendekatan kepada masyarakat dilakukan secara persuasif dengan tetap mengutamakan pencegahan terhadap pembakaran yang tidak terkendali,” ucapnya.
Menurutnya, sinergi antara masyarakat, pemerintah dan pihak terkait menjadi penting dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Dengan pengawasan dan kepatuhan terhadap aturan, aktivitas masyarakat dapat berjalan tanpa meningkatkan risiko karhutla.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....