BPBD Sanggau Perkuat Peran Radio Hadapi Ancaman Karhutla

  • 10 Sep 2026 10:14 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, hingga saat ini masih menjadi perhatian serius. Lebih dari 200 hotspot atau titik panas terdeteksi di sejumlah wilayah, sehingga diperlukan langkah cepat melalui pencegahan, pemantauan, dan penanganan bersama untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran serta dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, Budi Darmawan, mengatakan penanggulangan Karhutla dilakukan melalui tiga fase, yakni pencegahan dan kesiapsiagaan, tanggap darurat saat bencana terjadi, serta penanganan setelah kondisi bencana dapat dikendalikan. Strategi tersebut terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan, termasuk setelah penetapan tanggap darurat pada 24 Agustus 2026.

“Penanggulangan Karhutla dilakukan melalui tiga fase dengan mengutamakan pencegahan dan kesiapsiagaan," ungkap Budi Darmawan dalam Dialog RRI Sanggau Menyapa, Kamis 10 September 2026.

Budi menjelaskan, himbauan yang sudah di sampaikan kepada masyarakat Kabupaten Sanggau agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering. Pembakaran yang tidak terkendali dapat berkembang menjadi Karhutla dan menimbulkan kabut asap yang bukan hanya mengganggu lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat.

Menurtnya, dalam upaya pencegahan, Pokmas atau kelompok masyarakat juga telah dibentuk di berbagai wilayah Kabupaten Sanggau dengan jumlah sekitar 400 orang. Keberadaan Pokmas diharapkan dapat membantu melakukan pemantauan di tingkat masyarakat, meningkatkan kewaspadaan, serta mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan titik api atau potensi Karhutla.

“Wilayah lahan gambut menjadi perhatian utama, sehingga kesiapsiagaan dan penanganan Karhutla harus terus diperkuat," jelasnya.

Kolaborasi dengan media, khususnya radio kata Budi, memiliki peran penting dalam penanggulangan bencana. Radio dapat menjadi penyambung informasi yang cepat dan terpercaya kepada masyarakat, mulai dari peringatan dini, perkembangan kondisi Karhutla, imbauan keselamatan, hingga informasi yang harus dilakukan masyarakat ketika terjadi keadaan darurat.

Budi berharap sinergi antara BPBD Kabupaten Sanggau, pemerintah daerah, aparat, masyarakat, Pokmas, dan media terus diperkuat. Menurutnya, radio tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi dapat menjadi alat penyelamat jiwa dengan menyampaikan informasi secara cepat, akurat, dan mudah diterima masyarakat, sehingga potensi bencana dapat dicegah dan keselamatan warga lebih diutamakan.

“Radio tidak hanya menjadi media informasi, tetapi juga berperan sebagai penyambung informasi cepat dan terpercaya untuk menyelamatkan masyarakat dari dampak bencana,"katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....