Dinamika Belajar Daring bagi Guru dan Siswa
- 17 Sep 2026 12:25 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau - Pembelajaran dari rumah menghadirkan berbagai tantangan bagi guru, siswa, dan orang tua di Kabupaten Sanggau dalam memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan secara efektif. Meskipun didukung teknologi seperti Zoom dan Google Meet, proses pembelajaran daring masih menghadapi kendala dalam penyampaian materi dan pemahaman siswa.
Orang tua siswa di Sanggau, Cicilia Eva Prihantina, mengatakan tantangan pembelajaran daring cukup dirasakan oleh guru karena harus menyiapkan materi dan tugas dengan persiapan yang lebih banyak. Menurutnya, guru perlu membuat bahan pembelajaran, menyusun materi secara daring, serta memberikan tugas kepada siswa agar kegiatan belajar tetap berlangsung meskipun tidak melalui tatap muka langsung.
“Kadang ada beberapa materi yang kalau disampaikan secara langsung pasti lebih cepat masuk dibandingkan secara online,” ungkap Eva dalam Dialog Sanggau Menyapa RRI Sanggau, Kamis 17 September 2026.
Ia menjelaskan, siswa juga menghadapi kesulitan ketika menerima materi pelajaran secara online, terutama pada pembahasan yang membutuhkan penjelasan langsung dari guru. Beberapa siswa merasa pemahaman mereka tidak maksimal sehingga perlu mencari penjelasan tambahan atau berdiskusi kembali bersama teman-temannya.
Menurutnya, siswa yang berada pada jenjang SMP dan SMA umumnya mulai memiliki kemampuan belajar secara mandiri sehingga pendampingan orang tua tidak terlalu berat dibandingkan ketika anak masih duduk di sekolah dasar. Namun, kemandirian tersebut tetap perlu didukung dengan komunikasi bersama guru dan teman agar materi yang belum dipahami dapat dijelaskan kembali secara tepat.
Ia menambahkan, kebiasaan belajar secara tatap muka membuat sebagian siswa membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan pembelajaran daring. Materi yang sebelumnya dapat dipahami secara langsung terkadang membutuhkan pengulangan, pencarian informasi tambahan, dan diskusi agar siswa memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh.
“Kalau penyampaian yang tadinya bisa seratus persen diterima, mungkin hanya delapan puluh atau sembilan puluh persen, jadi mereka harus mencari lagi,” katanya.
Eva berharap pelaksanaan belajar dari rumah dapat terus diperbaiki melalui kerja sama antara guru, siswa, dan orang tua, terutama dalam memastikan materi pelajaran dapat dipahami dengan baik. Dukungan teknologi perlu diimbangi dengan metode pembelajaran yang interaktif, komunikasi yang terbuka, dan pendampingan sesuai dengan kebutuhan serta tingkat kemandirian masing-masing siswa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....