Kabut Asap Pengaruhi Efektivitas Pembelajaran dari Rumah
- 24 Agt 2026 12:42 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Sanggau - Pembelajaran dari rumah atau BDR menjadi salah satu alternatif yang diterapkan sekolah ketika kondisi kualitas udara akibat kabut asap tidak sehat bagi aktivitas di luar ruangan. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk melindungi kesehatan siswa dan guru, meskipun pelaksanaannya belum sepenuhnya efektif dibandingkan pembelajaran tatap muka di sekolah.
Kepala Sekolah Dasar Negeri 01 Sanggau, Titis Kartikawati mengatakan, efektivitas pembelajaran dari rumah saat kondisi udara tidak sehat cenderung menurun. Menurutnya, anak-anak lebih mudah memahami materi ketika dapat bertemu langsung dengan guru karena interaksi tatap muka turut membangun hubungan emosional dalam proses pembelajaran.
"Kalau dibandingkan dengan tatap muka, belajar dari rumah memang kurang efektif, anak-anak lebih enak belajar ketika bertemu langsung dengan guru, karena ada hubungan emosional dan interaksi yang secara langsung dapat mendukung proses belajar," ungkap Titis Kartikawati dalam Dialog RRI Sanggau Menyapa, Senin 24 Agustus 2026.
Meski demikian, Titis menyebutkan, pembelajaran dari rumah tetap harus dijalankan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi darurat. Guru, siswa, dan orangtua dituntut siap menjalankan pola pembelajaran tersebut, sehingga kegiatan belajar tetap berlangsung tanpa mengabaikan keselamatan dan kesehatan anak selama kualitas udara belum memungkinkan untuk kembali ke sekolah.
Ia menjelaskan, SDN 01 Sanggau telah merancang sistem BDR dengan tetap mengacu pada jadwal pembelajaran di sekolah. Kegiatan dimulai pukul 07.00 hingga 12.00 WIB, sementara guru diwajibkan tetap siaga melalui ruang Zoom dan grup kelas untuk memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai jadwal serta memantau keikutsertaan siswa.
Menurut Titis, pihak sekolah juga memperkuat manajemen dan kekompakan antarguru dalam pelaksanaan BDR, termasuk mengecek tugas yang diberikan kepada siswa. Orangtua turut dihimbau memberikan bukti keikutsertaan anak dalam pembelajaran sebagai bagian dari laporan pelaksanaan BDR, meskipun terdapat penurunan efektivitas belajar, persentasenya dinilai tidak terlalu besar karena sistem pengawasan tetap dilakukan.
“BDR tetap dijalankan dengan pengawasan guru dan orangtua agar pembelajaran tetap berlangsung di tengah kondisi darurat,"jelas Titis.
Ia menambahkan, pelaksanaan BDR tersebut dilakukan sesuai arahan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau. Sekolah memastikan guru tetap menjalankan tugas dan memantau proses pemberian serta penyelesaian tugas siswa. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah kondisi kualitas udara yang kurang sehat.
Titis berharap kondisi kabut asap segera berlalu sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali dilaksanakan secara tatap muka. Ia juga mengajak guru, siswa, dan orangtua tetap bekerja sama serta disiplin menjalankan pembelajaran dari rumah selama kondisi darurat, agar hak anak untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi tanpa mengesampingkan kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....