Data Desil Dinamis, Ini Penjelasannya

  • 15 Sep 2026 16:22 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Data desil menjadi perhatian masyarakat karena kerap dikaitkan dengan penentuan tingkat kesejahteraan dan penerima berbagai program pemerintah. Namun, posisi desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN bersifat dinamis sehingga dapat berubah mengikuti pembaruan serta penggabungan berbagai sumber data sosial ekonomi.

Kepala Dinas Sosial P2AKB Kabupaten Sanggau, Ginting, mengatakan masyarakat dikelompokkan dalam sepuluh tingkatan desil berdasarkan jenjang kesejahteraan yang tercatat dalam sistem pendataan. Menurutnya, desil pertama merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sementara setiap kelompok desil mencakup sekitar sepuluh persen dari masyarakat yang masuk dalam sistem.

“Perubahan desil merupakan bagian dari pemutakhiran DTSEN agar data semakin sesuai dengan kondisi masyarakat,”ungkap Ginting dalam Dialog Sanggau Menyapa RRI Sanggau, Selasa 15 September 2026.

Ia menjelaskan, data yang digunakan dalam pembentukan DTSEN tidak diperoleh hanya melalui kegiatan sensus atau survei secara langsung. Data tersebut berasal dari proses penggabungan berbagai sumber informasi yang kemudian digunakan untuk menggambarkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat berubah sehingga posisi desil seseorang atau keluarga juga berpotensi mengalami perubahan dalam sistem. Karena itu, masyarakat tidak perlu menganggap posisi desil sebagai data yang bersifat tetap dan tidak dapat diperbarui.

Ia menambahkan, Dinas Sosial tidak menerima desil sebagai data yang berdiri sendiri karena informasi tersebut menjadi bagian dari sistem DTSEN yang dapat diakses melalui mekanisme yang telah ditetapkan. Masyarakat yang mengalami perubahan kondisi sosial ekonomi perlu memahami bahwa perubahan data merupakan bagian dari proses pemutakhiran yang berlangsung secara dinamis.

“DTSEN menjadi basis data sosial ekonomi yang terintegrasi, sehingga perubahan desil perlu dipahami sebagai bagian dari pemutakhiran data,”katanya.

Ginting berharap masyarakat memahami bahwa data desil merupakan bagian dari sistem pendataan sosial ekonomi yang terus diperbarui sesuai kondisi dan sumber data yang tersedia. Dengan pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan tidak mudah menyimpulkan adanya kesalahan data hanya berdasarkan perubahan posisi desil dalam DTSEN.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....