Data Desil Trending, Dinsos Sanggau Ungkap Perubahan DTSEN
- 15 Sep 2026 15:20 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau – Pemerintah terus melakukan penyempurnaan sistem pendataan sosial ekonomi masyarakat melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN. Sistem tersebut menjadi pembaruan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial atau DTKS yang sebelumnya digunakan dalam berbagai program pemerintah.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sanggau, Ginting, mengatakan perubahan sistem tersebut dilakukan untuk memperluas cakupan data masyarakat. Menurutnya, DTSEN memiliki cakupan yang lebih besar dibandingkan DTKS sehingga dapat memberikan gambaran sosial ekonomi masyarakat secara lebih luas.
| Baca juga: Stok Beras Sanggau Aman hingga Akhir Tahun |
"Kalau DTKS dulu tidak sampai 50 persen penduduk Indonesia masuk di data, sekarang DTSEN ini datanya sekitar 90 persen masyarakat masuk data," kata Ginting dalam Dialog Sanggau Menyapa RRI Sanggau, Selasa 15 September 2026.
Ia menjelaskan, DTKS sebelumnya merupakan data terpadu kesejahteraan sosial yang digunakan oleh Kementerian Sosial dalam mendukung berbagai program sosial. Sementara DTSEN saat ini dirancang untuk dapat digunakan oleh seluruh kementerian dalam mendukung kebijakan dan program pemerintah.
"Dulu DTKS hanya digunakan oleh Kementerian Sosial, sekarang DTSEN digunakan oleh semua kementerian," ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat saat ini lebih banyak memperhatikan istilah desil karena berkaitan langsung dengan posisi kesejahteraan mereka. Padahal, desil merupakan bagian dari DTSEN yang mengelompokkan masyarakat ke dalam sepuluh tingkatan berdasarkan jenjang kesejahteraan.
Ginting mengatakan, DTSEN merupakan data baru yang dibangun pemerintah pusat dengan menggabungkan berbagai sumber data. Dengan cakupan yang lebih luas, sistem tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pemerintah dalam menentukan intervensi dan kebijakan yang lebih sesuai dengan kondisi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....