Pahami DTSEN dan Desil agar Bantuan Tepat Sasaran

  • 15 Sep 2026 13:34 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Pembahasan mengenai desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN belakangan menjadi perhatian masyarakat, perubahan maupun perbedaan posisi desil pada sebagian keluarga bahkan memunculkan pertanyaan mengenai ketepatan data dan sasaran berbagai program pemerintah. Kondisi tersebut perlu dipahami secara utuh, sebab desil merupakan bagian dari sistem data sosial dan ekonomi nasional yang dibangun secara terpadu dan digunakan sebagai rujukan bersama pemerintah.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Sanggau, Ginting, menyampaikan masyarakat perlu memahami terlebih dahulu konsep DTSEN sebelum melihat angka desil. Menurutnya, DTSEN merupakan basis data tunggal individu dan keluarga yang memuat kondisi sosial ekonomi serta peringkat kesejahteraan. Data tersebut dibangun untuk menjadi rujukan pemerintah dalam perencanaan, penetapan sasaran, hingga evaluasi berbagai program sosial dan ekonomi.

“Jangan langsung menyimpulkan desil salah, karena DTSEN merupakan data dinamis yang terus diperbarui dan terintegrasi dari berbagai sumber data,” ungkap Ginting dalam Dialog RRI Sanggau Menyapa, Selasa 15 September 2026.

Ia menjelaskan, pembentukan DTSEN tidak berdiri dari satu sumber data saja, pada tahap awal, DTSEN dibangun melalui integrasi tiga sumber utama, yakni Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek). Data tersebut kemudian dipadankan dengan data kependudukan serta diperkaya dengan berbagai data administratif dan proses pemutakhiran lainnya.

Menurut Ginting, data sosial ekonomi masyarakat bersifat dinamis dan terus diperbarui dalam ekosistem DTSEN, sehingga perubahan kondisi atau posisi desil perlu dipahami sebagai bagian dari proses pemutakhiran data, bukan semata-mata kesalahan administrasi. Melalui Inpres Nomor 4 Tahun 2025, pemerintah mengamanatkan integrasi data untuk memastikan akurasi, interoperabilitas, dan pemutakhiran data secara berkelanjutan.

Ia menambahkan, desil merupakan pemeringkatan relatif tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi, bukan label mutlak yang menentukan seseorang miskin atau kaya. Dalam pemeringkatan tersebut, desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah hingga desil 10 paling tinggi, dengan setiap desil mencakup sekitar 10 persen keluarga.

“Desil merupakan posisi relatif kesejahteraan, jadi perubahan desil tidak otomatis menentukan kelayakan menerima bantuan,” jelasnya.

Ginting berharap masyarakat Kabupaten Sanggau turut mendukung pemutakhiran data dengan memberikan informasi yang benar apabila terdapat kondisi keluarga yang belum sesuai. DTSEN bukan sekadar menentukan desil, tetapi menjadi rujukan bersama agar program pengentasan kemiskinan dan perlindungan sosial pemerintah semakin tepat sasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....